Hotman Paris: Febrie Adriansyah Jalani 18 Pertanyaan, Pemeriksaan Masih Fokus Kasus Asabri
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Hotman Paris Hutapea, mengungkapkan klienn
NASIONAL
JAKARTA — Bareskrim Polri bersama Federal Bureau of Investigation (FBI) membongkar jaringan penipuan siber lintas negara yang diduga menyebabkan kerugian hingga US$20 juta atau sekitar Rp343 miliar.
Dalam keterangan resmi, FBI menyebut operasi gabungan ini dilakukan bersama Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri sebagai bagian dari upaya pengungkapan kejahatan digital berskala global.
"Dan melakukan upaya penipuan senilai lebih dari US$20 juta," demikian pernyataan FBI yang dikutip Rabu, 15 April 2026.Baca Juga:
FBI menjelaskan jaringan tersebut menggunakan metode phishing untuk mencuri ribuan data kredensial korban dan mengambil alih akun digital secara ilegal.
Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Rizki Agung Prakoso, membenarkan adanya kerja sama internasional tersebut.
Namun ia belum merinci lebih jauh modus operandi maupun jumlah pelaku yang telah diamankan.
"Nanti kita akan update untuk rilisnya," ujarnya.
Sementara itu, Kadiv Humas Polri Johnny Eddizon Isir menjelaskan pengungkapan kasus bermula dari patroli siber rutin terhadap situs-situs mencurigakan.
Dari hasil penelusuran, penyidik menemukan platform w3llstore.com yang terhubung dengan distribusi alat phishing melalui bot Telegram.
Tools tersebut digunakan untuk mencuri username, password, hingga session login korban tanpa memerlukan kode OTP.
"Tools yang diperoleh terbukti dapat digunakan untuk aksi phishing, termasuk mencuri kredensial dan mengambil alih akun korban," kata Isir.
Ia menambahkan, penyidik juga menemukan pergeseran pola transaksi dari situs web ke aplikasi Telegram dengan pembayaran berbasis mata uang kripto.
Dalam pengembangan kasus, polisi mengidentifikasi dua tersangka berinisial GWL dan FYTP.
GWL diduga sebagai pembuat dan pengelola tools, sementara FYTP berperan mengelola aliran dana hasil kejahatan.
Keduanya disebut telah diamankan di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada 9 April 2026.
Polisi juga menyita aset senilai sekitar Rp4,5 miliar berupa rumah, kendaraan, dan perangkat elektronik.
Dari hasil penelusuran transaksi sejak 2021 hingga 2026, kedua tersangka diperkirakan meraup keuntungan hingga Rp25 miliar.
Korban phishing disebut tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga luar negeri.
Polri menyatakan kerja sama dengan FBI akan terus diperluas untuk menelusuri jaringan lain yang diduga terlibat, termasuk pembeli dan pengguna tools phishing tersebut.
"Keberhasilan ini sekaligus memperkuat kepercayaan global terhadap Indonesia dalam menjaga stabilitas dan keamanan ekosistem digital internasional," ujar Isir.*
(cn/ad)
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Hotman Paris Hutapea, mengungkapkan klienn
NASIONAL
JAKARTA Kuasa hukum pengusaha Don Ritto menyatakan uang tunai dan emas seberat 74 kilogram yang disita penyidik dari rumah mantan Jaksa
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah siap melakukan efisiensi anggaran, termasuk membuka peluang memangkas anggaran s
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak ingin dikenal sebagai bangsa yang hanya berpangku tangan. Menurutnya, Indon
NASIONAL
DELI SERDANG Kepolisian masih terus menyelidiki penyebab kecelakaan beruntun yang melibatkan sebuah truk pengangkut air mineral dengan d
PERISTIWA
JAKARTA Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari mengungkap adanya kebijakan pada masa kepemimpinan sebelumnya yang meng
NASIONAL
MALANG Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu kekuatan ekonomi te
NASIONAL
NAGAN RAYA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus mengawal percepatan pembanguna
NASIONAL
ACEH TIMUR Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terus mematangkan persiapan pembangunan
NASIONAL
MEDAN Fraksifraksi DPRD Provinsi Sumaterafraksi DPRD Provinsi Sumatera Utara memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov)
PEMERINTAHAN