BREAKING NEWS
Minggu, 19 April 2026

Terungkap! Fakta Mencengangkan di Balik Jaringan Narkoba ‘The Doctor’

Adam - Minggu, 19 April 2026 08:37 WIB
Terungkap! Fakta Mencengangkan di Balik Jaringan Narkoba ‘The Doctor’
Dittipidnarkoba Bareskrim Polri bersama interpol menangkap terduga pemasok narkoba Andre Fernado alias The Doctor (bawah) duduk di kursi roda di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (6/4/2026). (foto: Antara/Sulthony Hasanuddin)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Bareskrim Polri terus mengembangkan penyidikan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berkaitan dengan jaringan narkotika internasional yang dikendalikan Andre Fernando Tjhandra alias "The Doctor".

Polisi mengungkap perputaran dana mencapai lebih dari Rp124 miliar melalui sejumlah rekening penampung.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan, pengungkapan ini merupakan hasil pengembangan dari kasus sebelumnya yang melibatkan jaringan peredaran narkoba lintas negara hingga Malaysia.

Baca Juga:

Andre Fernando disebut sebagai aktor utama yang mengendalikan distribusi narkotika dalam jaringan tersebut.

Ia diduga terhubung dengan bandar narkoba lain, termasuk Erwin bin Iskandar alias Koh Erwin yang sebelumnya ditangkap saat mencoba melarikan diri ke Malaysia pada Februari 2026.

"Peran tersangka sebagai distributor utama sangat dominan, termasuk dalam pengaturan transaksi dan distribusi narkotika berbagai jenis," ujar Eko dalam keterangan tertulis.

Empat Penyedia Rekening Ditangkap

Dalam pengembangan kasus, penyidik menangkap empat tersangka yang berperan sebagai penyedia rekening penampung atau rekening proxy.

Mereka masing-masing berinisial DEH (47), L (45), serta dua pria asal Aceh Timur berinisial TZR dan M alias Bang Ja.

Keempatnya diduga membuka rekening untuk menampung dana hasil transaksi narkotika dengan imbalan berkisar Rp1 juta hingga Rp4 juta.

Rekening tersebut kemudian dikuasai oleh jaringan inti untuk menyamarkan aliran dana.

Menurut Eko, praktik penggunaan rekening proxy merupakan modus umum dalam kejahatan narkotika untuk memutus jejak antara bandar dan pembeli.

Perputaran Dana Ratusan Miliar

Hasil penelusuran sementara menunjukkan terdapat sedikitnya empat rekening utama yang digunakan dalam jaringan ini.

Dari rekening tersebut, tercatat total 2.134 transaksi dengan nilai mencapai Rp124.052.487.704.


Sebagian besar dana, yakni sekitar Rp81,9 miliar, mengalir melalui rekening milik tersangka L dengan hampir seribu transaksi dalam kurun waktu Agustus 2024 hingga Maret 2026.

Selain itu, sekitar Rp35,1 miliar tercatat mengalir melalui rekening TZR yang diduga digunakan untuk menerima pembayaran dari perantara jaringan ke pemasok utama narkotika.

Sementara rekening lainnya digunakan sebagai penampung dana awal sebelum diteruskan ke jaringan utama yang dikendalikan Andre Fernando.

Modus Samarkan Transaksi

Penyidik juga menemukan praktik penyamaran transaksi atau layering untuk menghindari deteksi aparat.

Transaksi keuangan diberi keterangan seolah-olah merupakan aktivitas legal, seperti pembayaran "DP mobil", "cicilan utang", hingga "amal".

"Label-label ini digunakan untuk mengaburkan asal-usul dana dan menyulitkan pelacakan," kata Eko.

Jaringan Internasional dan Oknum Terlibat

Kasus ini juga mengungkap dugaan keterlibatan oknum aparat di wilayah Polres Bima Kota yang sebelumnya telah diproses dalam perkara terpisah.

Aliran dana miliaran rupiah diduga mengalir sebagai bentuk perlindungan terhadap aktivitas jaringan.

Bareskrim memastikan penyidikan akan terus dikembangkan untuk mengungkap seluruh jaringan, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain baik di dalam maupun luar negeri.*


(d/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Jusuf Kalla Sebut Rismon Sianipar Minta Bertemu: Mau Minta Uang, Saya Tolak
Jusuf Kalla Sebut Laporan Terhadap Dirinya Muncul Usai Laporkan Rismon Sianipar: Sensitif Sekali Masalah Ijazah Jokowi Ini
Bareskrim Bongkar Rekening Proxy Jaringan Narkoba The Doctor, Perputaran Dana Tembus Rp 124 Miliar
Komisi I DPR Dukung Kemkomdigi Tegakkan Aturan PSE, Wikipedia Diminta Segera Daftar
Iran Buka Kembali Selat Hormuz, ESDM Nilai Positif bagi Stabilitas Energi Indonesia dan Dunia
Polisi Gerebek Kebun Ganja di Hutan Lindung Karo, 75 Batang Tanaman Ditemukan dan 4 Orang Jadi Tersangka
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru