Pengadilan Militer Tetapkan Majelis Hakim Kasus Aktivis KontraS, Sidang Segera Digelar
JAKARTA Pengadilan Militer II08 Jakarta telah menetapkan majelis hakim yang akan menyidangkan kasus dugaan penganiayaan terhadap aktivi
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN - Kelompok Tani Plasma Tunas Malela Simalungun Jaya menggugat Bupati Simalungun ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan terkait penetapan calon penerima kebun plasma oleh perusahaan perkebunan.
Gugatan tersebut menyasar Keputusan Bupati Simalungun Nomor 500.8/5/2025 tertanggal 6 Januari 2025 yang dinilai merugikan masyarakat sekitar kebun.
Perkara ini didaftarkan melalui kuasa hukum dari Law Firm Heart and Hand.Baca Juga:
Kuasa hukum penggugat, Hermansyah Hutagalung, menyatakan kliennya merupakan kelompok tani yang secara faktual berada di sekitar areal perkebunan PT Eastern Sumatera Indonesia Bukit Maradja Estate.
Namun, mereka tidak masuk dalam daftar penerima kebun plasma.
"Klien kami berada di sekitar wilayah perkebunan, tetapi tidak ditetapkan sebagai penerima. Ini bentuk ketidakadilan," ujar Hermansyah, Selasa, 21 April 2026.
Menurut dia, keputusan bupati tersebut memenuhi unsur objek sengketa tata usaha negara karena bersifat konkret, individual, dan final.
Artinya, keputusan itu langsung menetapkan pihak penerima manfaat tanpa memerlukan persetujuan lanjutan dari instansi lain.
Kuasa hukum lainnya, Daniel W. Panggabean, menambahkan bahwa gugatan telah memenuhi syarat formil, termasuk tenggang waktu dan upaya administratif.
Sebelum menggugat, pihaknya telah melayangkan somasi kepada Bupati Simalungun pada 31 Desember 2025, namun tidak mendapat respons.
Dalam pokok perkara, penggugat menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan yang mewajibkan perusahaan menyediakan kebun plasma minimal 20 persen dari total luas Hak Guna Usaha (HGU).
Dengan luas HGU sekitar 3.177,94 hektare, penggugat menilai seharusnya tersedia sekitar 600 hektare kebun plasma bagi masyarakat sekitar.
"Klien kami seharusnya menjadi prioritas penerima manfaat," kata Daniel.
Selain menggugat keputusan bupati, pihak kuasa hukum juga melontarkan kritik terhadap PT CIPEF yang dinilai merugikan masyarakat melalui mekanisme tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Mereka bahkan mendesak pemerintah menutup operasional perusahaan tersebut serta membuka kemungkinan menempuh jalur hukum internasional.
"Kami menilai ada penyimpangan dalam penyaluran CSR yang merugikan masyarakat," ujar Daniel.
Penggugat juga meminta perhatian DPR RI, khususnya Komisi III, untuk memanggil pihak terkait, termasuk pemerintah daerah dan perusahaan.
Ketua kelompok tani, Fajar, menyatakan pihaknya mengalami kerugian langsung akibat tidak masuk dalam daftar penerima kebun plasma.
Ia berharap majelis hakim PTUN Medan membatalkan keputusan tersebut dan memerintahkan penerbitan kebijakan baru yang lebih adil.*
(tm/ad)
JAKARTA Pengadilan Militer II08 Jakarta telah menetapkan majelis hakim yang akan menyidangkan kasus dugaan penganiayaan terhadap aktivi
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Pengadilan Negeri Medan menyayangkan aksi unjuk rasa yang dilakukan massa Pujakesuma di halaman pengadilan yang berujung pada keru
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Partai Golkar akan menggelar Pentas Musik dan Refleksi Paskah Nasional 2026 pada Jumat, 24 April 2026 di Tennis Indoor Senayan.
POLITIK
JAKARTA Polda Metro Jaya tengah menyelidiki laporan terhadap dua pegiat media sosial, Ade Armando dan Permadi Arya, terkait dugaan pengh
NASIONAL
JAKARTA Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto menegaskan bahwa keberadaan kapal milik Amerika Serikat yang melintasi Selat Malaka tidak aka
NASIONAL
LANGKAT Gelombang aksi unjuk rasa korban banjir di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, kembali berlanjut. Kali ini, ribuan warga dari Kec
PERISTIWA
BANDA ACEH Polda Aceh menyatakan dua berkas perkara dugaan korupsi beasiswa pada BPSDM Aceh telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Jaks
HUKUM DAN KRIMINAL
TANJAB TIMUR Ketua TP PKK Kecamatan Muara Sabak Barat, Rizki Wulandari, mengajak perempuan untuk terus berperan aktif dalam pembangunan
NASIONAL
MEDAN Keluarga pekerja migran Indonesia (PMI) asal Medan, Reza Valentino Simamora, masih mempertanyakan hilangnya sejumlah barang pribad
NASIONAL
JAKARTA Ketua DPR RI Puan Maharani membantah isu yang menyebut DPR membahas revisi UndangUndang Pemilu secara diamdiam atau tertutup.P
POLITIK