Kritik terhadap Pemerintah Penting, Gerindra: Yang Bermasalah Adalah Niat untuk Menghancurkan
JAKARTA Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Azis Subekti, menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bagian penting dalam ke
NASIONAL
JAKARTA –Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Wahyu Widada mengungkapkan data mengejutkan mengenai prevalensi penggunaan narkoba di Indonesia. Dalam jumpa pers yang digelar hari ini, Wahyu menyampaikan bahwa terdapat sekitar 3,3 juta pengguna narkoba di Indonesia, setara dengan 1,3 persen dari total populasi.
Wahyu membuka pemaparannya dengan memberikan konteks global mengenai penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, di seluruh dunia tercatat ada 296 juta orang atau sekitar 5,8 persen dari populasi global yang terpapar narkoba. “Tentu, angka ini menjadi perhatian serius bagi kita semua,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wahyu menekankan pentingnya melindungi generasi muda Indonesia dari bahaya narkoba. Ia mengajak semua pihak untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak-anak, agar mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang kuat dan berdaya saing. “Kita perlu menciptakan lingkungan yang baik agar anak-anak ini memiliki kompetensi dan bisa menjadi tulang punggung bangsa di masa depan,” imbuhnya.
Wahyu juga menggarisbawahi komitmen Polri dalam menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pemberantasan narkoba. “Ini adalah fokus utama kita. Kami sudah menerima instruksi dari Bapak Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, bahwa kita harus terus berperang melawan peredaran narkoba,” tegasnya.
Dalam upaya memberantas narkoba, Wahyu menyatakan bahwa Polri akan bekerja dari berbagai sisi, baik dari hulu maupun hilir. “Pemberantasan narkoba harus dilakukan secara komprehensif, tidak hanya di sisi supply, tetapi juga demand,” tuturnya.
Sementara itu, Polri juga berfokus pada penanganan para bandar narkoba. Wahyu menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memberikan efek jera kepada para pelaku dengan cara memiskinkan mereka melalui Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). “Kami melakukan aset tracking dan penyitaan terhadap aset-aset yang diperoleh dari perdagangan haram,” ujarnya. Ia melaporkan bahwa total nilai aset yang berhasil disita dari tiga jaringan narkoba mencapai Rp 869,7 miliar.
Wahyu menambahkan bahwa meskipun para bandar mungkin berada di penjara, mereka masih dapat beroperasi jika memiliki sumber daya finansial. “Dengan memiskinkan mereka, kita harap tidak ada lagi kemampuan untuk mengendalikan peredaran narkoba di Indonesia,” jelasnya.
Dengan langkah-langkah ini, Polri bertekad untuk menurunkan angka penyalahgunaan narkoba dan menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat melindungi generasi muda dari pengaruh buruk narkoba dan memberikan harapan baru bagi masa depan bangsa.
(N/014)
JAKARTA Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Azis Subekti, menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bagian penting dalam ke
NASIONAL
ACEH Upaya rehabilitasi lahan pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus menunj
PERTANIAN AGRIBISNIS
LABUHANBATU SELATAN Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel) Fery Sahputra Simatupang menerima kunjungan silaturahmi jajaran Program Keluarg
PEMERINTAHAN
ASAHAN Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Asahan menggelar Rapat Paripurna untuk mendengarkan pendapat akhir fraksifraksi
PEMERINTAHAN
MEDAN Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengadaan Smartboard senilai Rp29,5 miliar di Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat mengungkap
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Kombes Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H., meminta aparat penegak huku
HUKUM DAN KRIMINAL
PEMATANGSIANTAR Tiga tersangka yang sempat masuk daftar pencarian dalam kasus penganiayaan yang menewaskan seorang pria di kawasan Taman
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Aksi petarung Mixed Martial Arts (MMA) asal Sumatera Utara, Jeka Saragih, yang turun langsung memperbaiki jalan provinsi di dekat
NASIONAL
BANDA ACEH Bhayangkara Fest 2026 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke80 terus menghadirkan berbagai kegiatan mena
NASIONAL
PURWOKERTO Jajaran rektorat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) bersama mahasiswa menyatakan penolakan terhadap program Makan Bergiz
PERISTIWA