Bukan Soal Emas 74 Kg! Kubu Febrie Adriansyah Ungkap Fokus Utama di Praperadilan
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
BANDA ACEH – Tawuran antar mahasiswa di Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh berujung ricuh hingga menyebabkan Gedung Fakultas Pertanian terbakar, Kamis (21/5/2026) dini hari. Selain gedung fakultas, pos satpam serta sejumlah kendaraan juga ikut hangus dilalap api.
Kapolresta Banda Aceh melalui Kasi Humas Iptu Eddy Musfikar mengatakan pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut.
"Kami sedang melakukan penyelidikan terkait terbakarnya Gedung Fakultas Pertanian USK, pos satpam dan sepeda motor yang terparkir di area tersebut," kata Eddy, Kamis (21/5/2026).Baca Juga:
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, keributan diduga melibatkan mahasiswa Fakultas Teknik dan Fakultas Pertanian. Bentrokan disebut sudah terjadi sejak dua hari terakhir dan kembali memanas beberapa jam sebelum kebakaran terjadi.
"Keributan berujung pada pengrusakan dengan cara melempar fasilitas kampus seperti kaca gedung serta fasilitas ruangan," ujarnya.
Polisi juga menemukan adanya korban luka dari pihak mahasiswa Fakultas Teknik. Dua mahasiswa dilaporkan mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.
Diduga aksi balasan kemudian dilakukan sekelompok mahasiswa Fakultas Teknik ke area Fakultas Pertanian. Massa disebut melakukan pelemparan batu hingga membawa bom molotov yang memicu kebakaran di sejumlah fasilitas kampus.
Akibat kejadian tersebut, tiga unit sepeda motor, satu unit mobil, pos satpam, hingga gedung laboratorium ikut terbakar.
Api akhirnya berhasil dipadamkan oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Banda Aceh bersama BPBD Aceh Besar setelah berjibaku selama beberapa waktu.
Sementara itu, Unit Inafis Satreskrim Polresta Banda Aceh langsung turun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengetahui penyebab pasti kebakaran.
Kasatreskrim Polresta Banda Aceh Kompol Miftahuda Dizha Fezuono mengatakan pihaknya masih mengumpulkan barang bukti dan mendalami dugaan keterlibatan sejumlah pihak dalam aksi perusakan tersebut.
"Saat ini kami sedang melakukan olah TKP guna mengetahui sumber awal api yang membakar Gedung Fakultas Pertanian dan fasilitas lainnya," kata Dizha.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat yang mengetahui identitas pelaku agar segera melapor. Polisi memastikan kerahasiaan pelapor akan dijaga.
Kasus ini kini masih dalam penanganan aparat kepolisian untuk mengungkap aktor utama di balik aksi tawuran dan pembakaran fasilitas pendidikan tersebut.*
(dh)
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP I Wayan Sudirta mengecam praktik pembakaran hutan dan lahan yang diduga dilakukan untu
NASIONAL
BENER MERIAH Ribuan warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Desa
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pendampingan peningkatan produktivitas bagi 20 perusahaan mulai Septembe
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemarau yang berpotensi semakin keri
NASIONAL
JAKARTA Universitas Paramadina mempertemukan akademisi, pendidik, praktisi, pembuat kebijakan dan mahasiswa dari Indonesia, Inggris serta
PENDIDIKAN
JAKARTA Pakar kebijakan publik Bonatua Silalahi menempuh jalur sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP) setelah pengaduannya ter
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan terhadap dua anak di Sidikalang, Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengklaim menemukan 40 kete
NASIONAL