BREAKING NEWS
Senin, 20 April 2026

Tawuran Remaja di Tanjung Tiram Makin Brutal, Gerobak Usaha PKL Warga Dibakar—Ancaman Perang Antar Kampung Menguat

Muhammad Taufik - Kamis, 16 April 2026 11:09 WIB
Tawuran Remaja di Tanjung Tiram Makin Brutal, Gerobak Usaha PKL Warga Dibakar—Ancaman Perang Antar Kampung Menguat
Gerobak milik Pedagang Kaki Lima (PKL) tidak hanya dirusak dan dihancurkan, namun puing-puing kayunya kemudian diseret dan dibawa masuk ke dalam Gang Jogja. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BATU BARA – Situasi keamanan di Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, kini memprihatinkan dan dikhawatirkan sudah berada di luar kendali.

Aksi tawuran antar-remaja yang terjadi belakangan ini tidak hanya mengancam keselamatan jiwa, tetapi juga merugikan harta benda warga secara massal. terutama pedagang kaki lima (PKL) yang menjual sarapan pagi serta goreng gorengan di jalan rakyat tepatnya didepan sekolah dasar (SD) pajak monja Tanjung Tiram.

Menurut informasi yang dihimpun awak media di lokasi, aksi anarkis tersebut semakin meresahkan. Gerobak milik Pedagang Kaki Lima (PKL) tidak hanya dirusak dan dihancurkan, namun puing-puing kayunya kemudian diseret dan dibawa masuk ke dalam Gang Jogja.

Di sana, sisa-sisa barang tersebut dibakar secara terbuka. Tindakan ini memicu kepanikan warga karena lokasi pembakaran berada tepat di tengah pemukiman padat penduduk, sangat dekat dengan rumah-rumah warga. Hal ini tentu sangat berbahaya dan berpotensi memicu kebakaran massal yang bisa melalap lingkungan tersebut.

Akibat tindakan brutal ini, warga kini hidup dalam ketakutan yang luar biasa. Muncul kekhawatiran besar bahwa jika dibiarkan terus berlanjut tanpa penanganan serius, konflik ini bisa berubah menjadi perang terbuka antar-kampung yang sulit dikendalikan.

Salah satu titik panas terjadi di wilayah Desa Suka Maju, tepatnya di Gang Jogja. Suasana duka dan keputusasaan terlihat jelas di mata warga setempat. Seorang ibu rumah tangga yang juga pedagang, yang enggan disebutkan namanya demi keamanan, tak kuasa menahan tangis saat menceritakan nasib malang yang menimpa tempat usaha satu-satunya.

"Bukan hanya dirusak atau dihancurkan, warung kami dibakar habis. Semua barang dagangan dan peralatan lenyap terbakar api. Kami tidak tahu harus memulai dari mana lagi," ujarnya dengan suara bergetar dan mata yang sembab, Kamis (16/04).

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, bentrokan ini melibatkan kelompok pemuda dari dua desa yang berbatasan langsung, yaitu Desa Suka Jaya dan Desa Suka Maju. Konon, konflik ini bukanlah insiden baru, melainkan masalah lama yang sudah berlangsung cukup lama namun belum menemukan titik terang atau penyelesaian yang hukum dan adil.

Upaya pencegahan sebenarnya sudah dilakukan oleh pihak desa terutama kepala dusun masing masing desa. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan atau ronda malam secara bergiliran. Aparatur desa rela mengorbankan waktu istirahatnya untuk menjaga keamanan bersama.

Namun sayangnya, upaya tersebut dinilai belum efektif dan hanya bersifat sementara. Para pelaku seolah bermain kucing-kucingan dengan petugas keamanan.

"Kalau ada penjagaan dan ronda yang ketat, situasi memang aman dan kondusif. Tapi begitu penjagaan lengah sedikit saja, atau saat ronda sudah bubar, mereka langsung kembali beraksi. Sangat sulit untuk mengawasi setiap saat," keluh salah seorang warga lainnya.

Kondisi ini membuat masyarakat semakin resah dan gelisah. Rasa aman yang seharusnya didapatkan di lingkungan sendiri kini hilang begitu saja. Warga menuntut dan berharap agar aparat penegak hukum (APH) segera turun tangan secara maksimal dan memberikan tindakan tegas.

Mereka menginginkan adanya efek jera yang nyata bagi para pelaku pemicu kerusuhan, agar tidak lagi mengulangi perbuatan yang meresahkan tersebut.

"Harapan kami sederhana, tolong selesaikan masalah ini dengan hukum yang berlaku. Berikan tindakan tegas agar mereka kapok dan jera. Kami sangat takut jika dibiarkan, nanti malah jatuh korban jiwa yang lebih banyak atau konflik ini melebar menjadi perang kampung yang lebih besar," tambah warga dengan nada memohon.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih terus menanti langkah konkret dan kepastian hukum dari pihak berwenang. Mereka berharap ketenangan dan kedamaian bisa segera kembali hadir di Tanjung Tiram, tanpa lagi diwarnai oleh kekerasan dan ancaman tawuran.*

Baca Juga:

(dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Perkuat Sinergi Strategis, INALUM Jalin Silaturahmi dan Bahas Kolaborasi Bersama Kodam I/Bukit Barisan
Program Berlayar Hadir di Air Putih, Bapenda Batu Bara Permudah Layanan Pajak hingga Administrasi Warga
Pojok Baca Digital Rp 2,1 M di Batubara Disorot, Audit Temukan Kelebihan Bayar hingga Ratusan Juta
Peringati HBP ke-62, Lapas Labuhan Ruku Gelar Donor Darah Bersama PMI Batubara, Wujud Nyata Kepedulian Sosial
Polrestabes Medan Ungkap 119 Kasus Kriminal, Wali Kota Rico Waas Tegaskan Medan Tak Boleh Jadi Ruang Aman bagi Narkoba dan Judi
Geger! Pohon Kelapa Tersambar Petir Saat Hujan Deras di Tanjung Tiram, Sempat Terbakar dan Viral di Medsos
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru