BREAKING NEWS
Minggu, 22 Februari 2026

Bentrok Berdarah di Flores Timur, TNI-Polri Amankan Senjata dan Tahan 20 Tersangka

BITVonline.com - Sabtu, 26 Oktober 2024 06:55 WIB
Bentrok Berdarah di Flores Timur, TNI-Polri Amankan Senjata dan Tahan 20 Tersangka
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Flores Timur, Nusa Tenggara Timur – Aparat gabungan TNI dan Polri mengamankan tiga pucuk senjata rakitan di Desa Ile Pati, Kecamatan Adonara Barat, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah terjadinya bentrok berdarah antara warga Desa Ile Pati dan Desa Bugalima yang mengakibatkan dua orang tewas. Kapolres Flores Timur, AKBP I Nyoman Putra Sandita, mengungkapkan bahwa jumlah tersangka dalam insiden ini telah meningkat menjadi 20 orang.

“Jumlah tersangka bertambah, dan saat ini semua telah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Flores Timur,” ujar Sandita, dalam pernyataannya kepada awak media , Sabtu (26/10/2024). Menurutnya, ketiga senjata rakitan tersebut ditemukan saat tim gabungan melakukan patroli di Desa Ile Pati untuk menjaga keamanan dan ketertiban pasca bentrokan.

Patroli dan Pengamanan Intensif

Sebanyak 97 personel TNI dan Polri dikerahkan untuk menyisir kawasan tersebut, memastikan situasi yang sebelumnya tegang kini mulai kondusif. Meski demikian, petugas masih berjaga di lokasi untuk memberikan rasa aman kepada warga. Sandita menyebutkan bahwa anak-anak yang akan masuk sekolah akan dijemput dan diantar oleh anggota polisi dan TNI. Ia juga mendorong warga, terutama para ibu, untuk kembali beraktivitas sehari-hari.

“Kami telah memberikan izin kepada warga untuk beraktivitas. Situasi sudah kondusif, silakan ke pasar atau ke sekolah,” lanjutnya.

Kondisi Warga Pasca Bentrokan

Kepala Desa Bugalima, Rikardus Tukan, mengonfirmasi bahwa warganya mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial dan sumber lain. Meski telah ada kesepakatan damai antara kedua desa, Tukan menyatakan bahwa warganya masih merasa cemas dan takut untuk beraktivitas di luar rumah.

“Warga yang rumahnya tidak terbakar juga merasakan dampak karena tidak bisa beraktivitas ke kebun,” ungkap Tukan.

Warga Bugalima lainnya, Nikolaus Suban, juga mengungkapkan ketakutannya. Ia menyesali tindakan brutal yang mengakibatkan pembakaran puluhan rumah dan menciptakan ketidakpastian di antara warga.

Penanganan Pasca Konfrontasi

Pantauan di lokasi kejadian menunjukkan bahwa sejumlah anak tampak bermain di halaman Desa Bugalima, sementara personel TNI dan Polri masih melakukan pengamanan di sekitar. Bantuan kemanusiaan seperti makanan, kasur, tenda, dan selimut terus berdatangan untuk didistribusikan kepada warga yang terdampak. Tenda-tenda polisi juga terlihat berdiri rapi, dengan anggota kepolisian memanggil warga untuk mengambil makanan di dapur umum yang disediakan.

Sebelumnya, Penjabat Bupati Flores Timur, Sulastri HI Rasyid, mengumumkan bahwa kedua desa yang terlibat bentrokan telah mencapai kesepakatan damai. Kesepakatan ini tercatat dalam berita acara penyelesaian konflik yang ditandatangani oleh perwakilan lima desa di Kantor Camat Adonara Barat pada 24 Oktober 2024.

“Kesepakatan ini menunjukkan komitmen kami untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah ini,” kata Rasyid.

Meskipun situasi mulai membaik, kehadiran aparat keamanan tetap diperlukan untuk menjaga ketertiban dan memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kesepakatan damai antara Desa Ile Pati dan Desa Bugalima menjadi harapan baru bagi warga untuk kembali menjalani kehidupan normal setelah terjadinya bentrok yang merenggut nyawa dan menghancurkan harta benda.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru