Polda Aceh Bongkar 19 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi dalam Sepekan, 22 Orang Jadi Tersangka
BANDA ACEH Kepolisian Daerah Aceh bersama jajaran polres menetapkan 22 orang sebagai tersangka dalam 19 laporan polisi terkait dugaan pe
NASIONAL
SAMARINDA — Bareskrim Polri mengungkap jaringan peredaran narkoba di kawasan yang dikenal sebagai "kampung narkoba" Gang Langgar, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, yang disebut telah beroperasi selama sekitar empat tahun dengan nilai transaksi mencapai Rp200 juta per hari.
Dalam pengembangan kasus tersebut, seorang anggota Brimob berinisial Bripka DW ikut terseret dalam dugaan keterlibatan jaringan tersebut.
Ia disebut berperan sebagai "sniper" atau pengawas yang membantu mengamankan jalur distribusi narkotika di lapangan.Baca Juga:
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan Bripka DW akan segera dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Bareskrim Polri.
"Oknum Brimob (Bripka DW) yang membekingi kampung narkoba Gang Langgar akan tiba di lobi Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan pidana narkotika," kata Eko, Jumat (5/6/2026).
Sebelumnya, Bripka DW telah dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) oleh Bidpropam Polda Kalimantan Timur setelah dinyatakan terbukti melakukan pelanggaran berat terkait penyalahgunaan narkoba.
Selain itu, ia juga telah menjalani penempatan khusus selama 20 hari.
Pengungkapan jaringan di Gang Langgar sendiri bermula dari operasi Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri yang menemukan adanya sistem pengawasan berlapis di kawasan tersebut.
Sedikitnya 21 orang disebut berperan sebagai "sniper" yang tersebar di sejumlah titik dan dilengkapi handy talky untuk mengawasi aktivitas pembelian narkoba.
Para pengawas itu juga menggunakan kode tertentu untuk mengarahkan pembeli menuju titik transaksi.
Setiap pembelian sabu di lokasi tersebut dilaporkan mencapai harga sekitar Rp150 ribu per paket kecil.
Polisi menyebut jaringan ini bekerja secara terstruktur dengan pembagian peran yang jelas, mulai dari bandar, kurir, penjual di loket, hingga pengawas lapangan.
Total terdapat 13 tersangka yang telah diamankan, sementara empat orang lainnya masih berstatus buron, termasuk pihak yang diduga sebagai pemilik lapak dan pemasok utama.
Kanit II Subdit IV Dit Tipid Narkoba Bareskrim Polri AKBP Bayu Putra Samara mengatakan sindikat ini cukup sulit diungkap karena memiliki sistem keamanan internal yang ketat.
"Beberapa kali dilakukan operasi oleh pihak setempat, namun tidak berhasil," ujarnya.
Bareskrim masih terus melakukan pendalaman terhadap aliran dana serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan tersebut, termasuk dugaan keterlibatan oknum aparat.*
(tm/ad)
BANDA ACEH Kepolisian Daerah Aceh bersama jajaran polres menetapkan 22 orang sebagai tersangka dalam 19 laporan polisi terkait dugaan pe
NASIONAL
JAKARTA Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri membawa seorang warga negara Taiwan berinisial YCY, 42 tahun, ke gedung Bareskr
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pemerintah mempercepat penyelesaian rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat setel
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajarannya mengkaji ulang definisi tindak pidana korupsi dalam UndangUndang Pemberan
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong pemerintah kabupaten dan kota mengembangkan desa serta kelurahan kr
PEMERINTAHAN
NIAS Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mematangkan persiapan penyerahan pengelolaan RSUD dr M Thomsen kepada Pemerintah Kota Gunungsito
KESEHATAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas meminta masyarakat melaporkan jika menemukan praktik pungutan liar (pungli) dalam pengurusan a
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas meminta seluruh rumah sakit di Kota Medan tidak menolak pasien pengguna BPJS Kesehatan yang me
KESEHATAN
MEDAN Kota Medan, ibu kota Provinsi Sumatera Utara, memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan perkebunan dan pertemuan berbagai bud
SENI DAN BUDAYA
MEDAN Banjir dan tanah longsor melanda enam kabupaten di Sumatera Utara pada pekan ketiga hingga keempat Oktober 2026. Bencana yang dipi
PERISTIWA