BREAKING NEWS
Selasa, 10 Maret 2026

Calo Akpol Cantik Asal Bone Raup Rp 4,9 Miliar Tipu Crazy Rich Makassar , Sebut Nama Ahmad Sahroni dan Kapolri?!

BITVonline.com - Sabtu, 19 Oktober 2024 08:30 WIB
Calo Akpol Cantik Asal Bone Raup Rp 4,9 Miliar Tipu Crazy Rich Makassar , Sebut Nama Ahmad Sahroni dan Kapolri?!
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MAKASSAR -Dunia bisnis dan sosial di Makassar, Sulawesi Selatan, diguncang oleh kasus penipuan yang melibatkan Andi Fatmasari Rahman (AFR), seorang aktivis anti-korupsi. Ia diduga menipu Gonzalo Algazali (19), seorang pengusaha muda kaya, hingga merugikan korban hingga Rp 4,9 miliar. Gonzalo merupakan putra dari Citra Insani, pemilik bisnis skincare ternama di kota tersebut.

Kasus ini bermula dari penawaran yang dilakukan AFR kepada Gonzalo untuk membantu masuk ke Akademi Kepolisian (Akpol) melalui jalur khusus. Janji palsu ini ternyata menjerat keluarga Gonzalo dalam sebuah skema penipuan yang melibatkan sejumlah pembayaran bertahap. Menurut informasi yang disampaikan oleh Hajjah Serli, tante Gonzalo, pertemuan pertama mereka dengan AFR terjadi pada Februari 2024 di sebuah kafe di Makassar.

“Awalnya, AFR meminta Rp 1 miliar untuk memulai proses, namun jumlahnya terus membengkak hingga mencapai Rp 4,9 miliar, termasuk emas batangan dan perhiasan,” ungkap Hajjah Serli kepada media.

Walaupun Gonzalo tidak lolos seleksi di tingkat daerah, AFR terus meyakinkan keluarganya, bahkan membawanya ke Jakarta dan Semarang untuk mengikuti pelatihan. Dengan membawa nama Anggota DPR RI Ahmad Sahroni, AFR berusaha meyakinkan korban bahwa ia memiliki akses istimewa untuk membantu Gonzalo.

Pola Penipuan yang Cermat

Kerabat Gonzalo, Sherly (41), menjelaskan bahwa penipuan ini berlangsung melalui beberapa tahap. Setelah pembayaran pertama sebesar Rp 1 miliar, AFR kembali meminta tambahan dana, yang pada akhirnya mencapai total Rp 4,9 miliar. “AFR juga menunjukkan asetnya, seperti rumah dan mobil, untuk meyakinkan kami bahwa dia adalah orang yang bisa dipercaya,” tambah Sherly.

Namun, ketika hasil seleksi diumumkan dan Gonzalo dinyatakan tidak lolos, AFR berkilah bahwa masih ada kesempatan lain. Ia bahkan berjanji untuk mempertemukan Gonzalo dengan Kapolri. “Dia bilang ada kuota khusus untuk Gonzalo, dan membawanya ke Semarang. Di sana, Gonzalo ditahan seolah-olah menunggu pertemuan,” jelas Sherly.

Sayangnya, semua janji itu terbukti palsu, dan hingga saat ini, AFR belum pernah mengembalikan kerugian yang dialami keluarga Gonzalo.

Penangkapan dan Tanggapan Publik

AFR ditangkap oleh Polda Sulsel pada 29 September 2024 setelah dilaporkan oleh keluarga Gonzalo. Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Devi Sujana, menyatakan bahwa AFR dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan, dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun enam bulan penjara.

Kasus ini segera mencuri perhatian publik, terutama di media sosial. Akun TikTok AFR, @SashyOlshop, dibanjiri komentar negatif dari netizen yang mengecam tindakannya. Banyak yang merasa terkejut bahwa seorang aktivis anti-korupsi terlibat dalam penipuan sebesar itu.

Permintaan Klarifikasi dari Citra Insani

Dalam sebuah video yang diunggah di TikTok, Citra Insani mengungkapkan kekecewaannya dan meminta klarifikasi dari Ahmad Sahroni terkait dugaan keterlibatannya. “Ibu saya selalu diyakinkan oleh AFR bahwa segala urusan, termasuk membawa anak saya ke Jakarta, adalah berkat akses dari bapak Sahroni,” ujar Citra.

Citra menekankan bahwa nama Sahroni terus disebut-sebut dalam usaha AFR untuk meyakinkan keluarga. Ia berharap klarifikasi dari Sahroni dapat membersihkan nama baiknya di hadapan publik.

Setelah ditangkap, AFR sempat menawarkan pengembalian dana sebesar Rp 1 miliar, tetapi tawaran tersebut ditolak oleh Citra karena dianggap tidak sebanding dengan total kerugian yang dialami.

Kasus ini menunjukkan betapa rentannya masyarakat terhadap penipuan yang melibatkan nama besar dan jaminan palsu. Keberanian keluarga Gonzalo untuk melaporkan kejadian ini diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat lainnya untuk lebih berhati-hati dalam bertransaksi, terutama terkait janji-janji yang menggiurkan.

Dengan penangkapan AFR, kini publik menanti proses hukum yang akan berlangsung dan apakah akan ada keterlibatan lebih lanjut dari pihak-pihak yang disebut dalam kasus ini.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru