BREAKING NEWS
Jumat, 24 Juli 2026

Soleman B. Ponto: Sistem Merit Tak Bisa Jadi Dasar Otomatis Isi Kursi Ombudsman yang Kosong

gusWedha - Jumat, 24 Juli 2026 21:11 WIB
Soleman B. Ponto: Sistem Merit Tak Bisa Jadi Dasar Otomatis Isi Kursi Ombudsman yang Kosong
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Selain persoalan hukum, Ponto juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan komposisi anggota Ombudsman sebagai lembaga negara yang bersifat independen.

Menurutnya, Ombudsman bekerja dengan sistem kolektif kolegial sehingga keberagaman latar belakang anggota menjadi hal penting agar setiap keputusan dapat dilakukan secara objektif.

"Kalau pengisian dilakukan secara otomatis hanya berdasarkan nomor urut, jangan sampai justru menimbulkan dominasi latar belakang tertentu. Lembaga independen membutuhkan keseimbangan perspektif dari unsur birokrasi, akademisi, aparat penegak hukum, profesional, maupun unsur masyarakat agar setiap keputusan benar-benar objektif dan independen," jelasnya.

Ponto mengatakan, daftar hasil seleksi sebelumnya tetap dapat menjadi bahan pertimbangan Presiden, namun tidak harus dimaknai sebagai kewajiban mutlak untuk mengangkat calon berdasarkan urutan peringkat.

"Kalaupun Presiden mempertimbangkan daftar hasil seleksi sebelumnya, menurut saya itu sebatas salah satu referensi. Bahkan apabila menggunakan pendekatan peringkat, Presiden dapat mempertimbangkan kelompok calon dengan penilaian terbaik, bukan semata-mata terpaku pada satu nomor urut," pungkasnya.

Menurut Ponto, hal terpenting dalam pengisian jabatan Ombudsman adalah memastikan proses tersebut tetap memiliki dasar hukum yang jelas sekaligus menjaga independensi lembaga pengawas pelayanan publik tersebut.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Niat Ambil Baju ke Rumah, Pelajar Ini Tewas Diduga Tertembak Usai Menonton Tawuran di Medan
Briptu BN Dilaporkan Diduga Hamili Kekasih hingga Melahirkan, Pernah Terseret Kasus Dugaan Pencabulan
KPK Terima Permintaan Supervisi dari Kejagung untuk Penanganan Kasus Febrie Adriansyah
Yusril Ingatkan Dedi Mulyadi Tak Buka Sayembara Tangkap Begal: Jangan Dorong Aksi Main Hakim Sendiri
Kasad Maruli Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Prajurit dan Perkuat Pengabdian TNI AD untuk Masyarakat
Ketua KPK Tegur Kepala Daerah: Jangan Jadi Pemimpin yang Minta Dipuja dan Disembah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru