Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA – Kepolisian masih terus menyelidiki penyebab kematian Sutrimo, mantan Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Hingga kini, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) belum menemukan adanya indikasi zat beracun di lokasi.
Penyelidikan kembali dilakukan di Klinik Mordent, tempat Sutrimo diduga ditemukan sebelum dinyatakan meninggal dunia. Dalam proses tersebut, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor).
Kasubnit Resmob Polres Metro Jakarta Selatan Ipda Robby Pasha mengatakan, seluruh hasil olah TKP masih menjadi bagian dari proses penyelidikan sehingga belum dapat dipublikasikan secara rinci.
Baca Juga:
Meski demikian, Robby memastikan bahwa hingga saat ini petugas belum menemukan adanya zat racun di lokasi kejadian.
"Belum ada temuan racun di lokasi. Semua barang bukti masih kami dalami melalui pemeriksaan laboratorium," ujarnya.
Selain mengamankan sejumlah barang bukti dari dalam klinik, penyidik sebelumnya juga telah membawa satu unit sepeda motor yang berada di halaman lokasi untuk kepentingan penyelidikan.
Polisi menegaskan, penyebab pasti kematian Sutrimo belum dapat disimpulkan. Seluruh proses masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik, rekam medis, serta keterangan para saksi yang telah dimintai keterangan.
Sebelumnya, Sutrimo ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di halaman sebuah klinik di kawasan Kebayoran Baru pada Kamis (23/7/2026). Korban kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju rumah sakit, namun dinyatakan telah meninggal dunia saat tiba di fasilitas kesehatan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan bahwa penyelidikan dilakukan secara profesional dan menyeluruh guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Polisi juga masih mengumpulkan berbagai informasi, termasuk rekam medis, kronologi pemesanan ambulans, lokasi awal korban ditemukan, hingga pemeriksaan terhadap keluarga, tenaga medis, serta pihak-pihak yang mengetahui peristiwa tersebut.
Hingga saat ini, kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab kematian Sutrimo dan menunggu hasil resmi penyelidikan maupun pemeriksaan forensik yang sedang berlangsung.* (dw/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.