Trauma Insiden Joget Tahun Lalu, DPD Pastikan Sidang Tahunan MPR 2026 Lebih Khidmat
JAKARTA Ketua DPD RI Sultan B. Najamuddin memastikan tidak akan ada lagi lagu yang dapat memicu anggota DPR maupun DPD berjoget dalam Si
POLITIK
MEDAN - Kuasa hukum keluarga mantan istri Brigadir I berinisial WLG alias L (30) mengungkap adanya dugaan kejanggalan terkait makam korban. Mereka menyebut makam korban telah digali beberapa jam sebelum keluarga menerima informasi mengenai kematiannya.
Kuasa hukum keluarga korban, Utreck Ricardo Siringo-Ringo, mengatakan korban dimakamkan pada Rabu (5/8/2026). Dua hari kemudian, keluarga datang ke makam untuk berziarah.
Saat berada di lokasi, keluarga disebut mendapat keterangan dari penggali dan pengelola makam bahwa liang kubur korban sudah digali sejak Minggu (2/8) pagi.Baca Juga:
Padahal, menurut Ricardo, keluarga baru menerima informasi mengenai kematian korban sekitar pukul 14.30 WIB pada hari yang sama.
"Itu langsung keterangan dari si penggali kubur dan si pengelola kuburan. Jadi, disampaikan sudah dari pagi mereka standby untuk menggali. Kata mereka, dari pagi sudah dapat informasi untuk dimintakan menggali kuburan," kata Ricardo saat dikonfirmasi, Rabu (12/8).
Ricardo mengatakan pihak keluarga kemudian menyampaikan informasi tersebut kepada tim kuasa hukum. Pada hari yang sama, tim kuasa hukum juga mendatangi makam korban dan mendapatkan keterangan serupa dari penggali kubur.
Menurut Ricardo, pihaknya memiliki rekaman video yang memuat keterangan dari penggali dan pengelola makam. Rekaman tersebut dibuat secara terpisah oleh pihak keluarga dan kuasa hukum.
"Jadi, dua video yang diambil dengan dua orang berbeda, keluarganya dan kami sebagai pengacara, menemukan fakta di lapangan bahwasanya penggali kubur dan pengelola keterangan itu sama. Katanya memang jam 07.00-08.00 WIB sudah standby, sudah digali sebelum matahari panas," ujarnya.
Ricardo menuturkan penggali makam juga disebut sempat heran karena jenazah korban tidak kunjung dibawa ke lokasi meski liang kubur telah disiapkan sejak Minggu pagi.
Jenazah korban kemudian baru dimakamkan pada Rabu (5/8/2026).
Berdasarkan keterangan yang diterima keluarga dari penggali makam, pihak yang meminta liang kubur disiapkan disebut merupakan seseorang yang sudah berusia lanjut dan sempat hadir dalam pemakaman korban.
Pihak keluarga menduga orang tersebut merupakan perwakilan keluarga Brigadir I. Namun, Ricardo menegaskan hal tersebut menjadi bagian dari informasi yang diterima pihak keluarga dari penggali makam.
Kondisi itu membuat keluarga mempertanyakan bagaimana makam korban bisa disiapkan sebelum mereka menerima informasi mengenai kematian korban.
"Inilah kejanggalan-kejanggalannya," kata Ricardo.
Persoalan tersebut juga telah disampaikan tim kuasa hukum dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR RI. Namun, menurut Ricardo, pihak keluarga belum mendapatkan penjelasan pasti mengenai persoalan penggalian makam tersebut.
"Kami sampaikan saat RDP bahwasanya menurut dari keterangan video itu, makam sudah digali sebelum meninggalnya si korban. Keterangan video, bukan kita yang ngomong, keterangan video. Cuman nggak terjawab, kata (Komisi III) nanti ditanyakan di proses penyidikan," ujarnya.
Sementara itu, Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak sebelumnya menyampaikan bahwa peristiwa yang menewaskan korban terjadi pada Minggu (2/8) sekitar pukul 15.00 WIB.
Polisi kemudian menerima informasi mengenai kejadian tersebut dan mendatangi lokasi. Petugas disebut tiba di tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 16.00 WIB.
"Proses penyidikan kami lakukan, itu terjadi di jam 3 (sore) dan dilaporkan ke kami itu tidak lama. Jadi, ada beberapa hal yang kita tempuh pada saat itu, lanjut kita lakukan olah TKP dan seterusnya. Semoga ini prosesnya berjalan normal, prosedural, dan profesional," kata Calvijn, Kamis (6/8).
Hingga kini, dugaan kejanggalan mengenai penggalian makam tersebut masih menjadi pertanyaan pihak keluarga dan kuasa hukum. Penjelasan lebih lanjut diharapkan dapat diperoleh melalui proses penyidikan yang dilakukan kepolisian.* (ds/dh)
JAKARTA Ketua DPD RI Sultan B. Najamuddin memastikan tidak akan ada lagi lagu yang dapat memicu anggota DPR maupun DPD berjoget dalam Si
POLITIK
JAKARTA Tim kuasa hukum Dokter Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa menyiapkan sejumlah bukti, saksi, hingga ahli untuk menghadapi sidang
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mendorong masyarakat beralih dari motor berbahan bakar bensin ke kendaraan listrik. Menurutnya, penggu
EKONOMI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menyoroti kondisi kemiskinan yang masih dihadapi sebagian masyarakat Indonesia. Meski hidup dalam kete
NASIONAL
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) menutup secara permanen 504 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah hingga 10 Agustus 2026
NASIONAL
TANJUNGBALAI Tiga pekerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, mengalami kecelakaan kerja saat menghias tugu
PERISTIWA
JAKARTA Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta seluruh kepala daerah mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis
NASIONAL
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (13/8/2026). IHSG turun 72,08 poin atau 1,13 ke level
EKONOMI
JAKARTA Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan pada perdagangan Kamis (13/8/2026). Berdasarkan data Bloo
EKONOMI
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) mengusut dugaan tindak pidana korupsi terkait praktik transfer pricing yang melibatkan PT Toba Pulp L
HUKUM DAN KRIMINAL