Ditanya Soal 2.000 SGD Hilang dari Amplop Bupati Kuansing, Raja Juli Cuma Jawab 'Maaf'
JAKARTA Ketua DPRD Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Juprizal, mengaku tidak mengetahui adanya selisih uang 2.000 Dollar Singapura
NASIONAL
MEDAN — Polda Sumatera Utara meminta waktu sekitar dua bulan untuk mengungkap secara menyeluruh penyebab kematian Winda Lorenza Gowasa, 35 tahun, mantan istri Brigadir IH, personel Polsek Sunggal.
Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto mengatakan saat ini tim gabungan masih mendalami kasus tersebut.
Tim terdiri atas Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Bidang Propam, Inspektorat Pengawasan Daerah, dan Polrestabes Medan.Baca Juga:
Whisnu menegaskan Polda Sumut berkomitmen mengusut kasus kematian Winda secara terbuka.
Ia memastikan tidak akan ada informasi yang ditutup-tutupi selama proses penyelidikan.
"Kami tidak akan menutup-nutupi terkait kasus ini. Kita akan buka seluas-luasnya dan kami meminta waktu kurang lebih dua bulan untuk kami dapat mengungkap kasus ini," ujar Irjen Whisnu, Kamis (13/8/2026).
Saat ditanya mengenai dugaan sementara penyebab kematian Winda, Whisnu mengatakan polisi menduga korban meninggal karena bunuh diri.
Namun, dia menegaskan dugaan tersebut masih bersifat sementara. Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan fakta sebenarnya di balik kematian Winda.
"Dugaan sementara ya begitu (bunuh diri), tapi itu dugaan sementara. Kita masih mendalami sedalam-dalamnya," ujar Whisnu.
Menurut Whisnu, penyelidikan dilakukan agar kasus tersebut dapat terungkap secara terang dan memberikan kejelasan kepada seluruh pihak.
Winda Lorenza Gowasa ditemukan meninggal dunia pada Ahad, 2 Agustus 2026.
Ia ditemukan dalam kondisi tertembak di bagian kepala di kediamannya di Perumahan Komplek Helvetia, Medan.
Ibu dua anak itu ditemukan di kamar mandi yang berada di lantai dua rumah.
Setelah dievakuasi oleh tim Inafis Polrestabes Medan, Winda ditemukan dalam kondisi bersimbah darah dengan luka tembak di bagian kepala.
Dugaan sementara menyebutkan Winda diduga melakukan bunuh diri menggunakan senjata api dinas milik mantan suaminya, Brigadir IH.
Namun, Polda Sumut masih melakukan penyelidikan untuk memastikan rangkaian peristiwa yang menyebabkan Winda meninggal dunia.
Tim gabungan dari unsur reserse kriminal, Propam, Irwasda, dan Polrestabes Medan masih mengumpulkan informasi serta mendalami berbagai fakta dalam kasus tersebut.
Polda Sumut menyatakan hasil penyelidikan akan menjadi dasar untuk mengungkap penyebab kematian Winda secara menyeluruh.* (mi/ad)
JAKARTA Ketua DPRD Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Juprizal, mengaku tidak mengetahui adanya selisih uang 2.000 Dollar Singapura
NASIONAL
KARO Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyampaikan permintaan maaf kepada warga Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menyusul dugaa
NASIONAL
JAKARTA Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian meminta pemerintah memberikan pilihan kepada siswa sekolah dasar (SD) dalam menentukan
NASIONAL
BANDA ACEH Sebanyak 215 personel gabungan Polda Aceh dan Polresta Banda Aceh dikerahkan untuk mengamankan pelaksanaan Expo dalam rangka
PERISTIWA
JAKARTA Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa menegaskan tidak akan mundur dalam menghadapi perkara dugaan tudingan ijazah palsu Presiden k
PERISTIWA
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengusulkan agar Indonesia membuka peluang kewarganegaraan ganda bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yan
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota
PEMERINTAHAN
BALIKPAPAN PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) berhasil meningkatkan produktivitas sejumlah sumur migas di Kalimantan Timur melalui pen
EKONOMI
JAKARTA Patriot Bond diproyeksikan menjadi salah satu instrumen untuk menghimpun dana murah dalam jumlah besar di luar APBN guna membiay
EKONOMI
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan bersama Kasdam Iskandar Muda Brigjen TNI Dwi Sasongko memimpin apel gelar pasukan untu
NASIONAL