Ekonomi Bangkit Pascabencana, Transaksi UMKM di Sumatera Capai 14,7 Juta di E-Commerce
JAKARTA Aktivitas ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera U
NASIONAL
MEDAN –Polda Sumatera Utara (Sumut) menerima laporan resmi dari masyarakat terkait selebgram Ratu Entok, yang diduga melakukan penistaan agama Kristen. Laporan ini disampaikan oleh dua warga Medan, Daniel Simangunsong dan Swangro Lumbanbatu, yang mewakili Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).
Kombes Hadi Wahyudi, perwakilan Polda Sumut, menyatakan bahwa setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang berlaku. “Tentu setiap laporan maupun pengaduan masyarakat ditindaklanjuti sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan mekanisme,” ujarnya pada Sabtu (5/10/2024).
Kontroversi Video Penistaan AgamaSebelumnya, Ratu Thalisa, atau yang lebih dikenal sebagai Ratu Entok, menghebohkan publik dengan unggahan video di akun TikTok-nya, @ratuentokglowskincare. Dalam video tersebut, ia berbicara kepada foto Yesus dengan nada yang dianggap menghina. “Kau cukur. Heh! Kau cukur rambut kau. Jangan sampai kau menyerupai perempuan,” ujarnya sambil menunjukkan foto tersebut.
Video itu menuai kritik keras dari publik, sehingga Ratu Entok pun menghapus unggahan tersebut dan membuat video klarifikasi. Dalam klarifikasi itu, ia mengklaim bahwa video yang beredar telah diedit dan tidak menunjukkan konteks utuh dari pernyataannya. “Konten saya banyak digoreng, banyak dicrop, banyak diedit. Yang pastinya tukang editnya juga sudah dipegang sama tim saya,” tegasnya.
Ancaman Tindakan HukumRatu Entok juga menyatakan bahwa jika laporan terhadapnya sampai ke ranah hukum, ia akan menggugat balik pihak-pihak yang telah mengedit dan menyebarkan video tersebut. “Saya pasti tidak akan mungkin dia saja,” ujarnya, menekankan bahwa ia tidak bertanggung jawab atas pengeditan yang dilakukan oleh orang lain.
Dalam video klarifikasinya, Ratu Entok mengaku tidak mengetahui bahwa foto yang ditunjukkannya adalah Yesus. Ia mengklaim bahwa foto itu diambil dari pencarian di Google, saat ia mencari gambar tokoh agama. “Saya search di google, tokoh laki-laki yang alim, yang punya agama apalah itu. Itu muncul (foto Yesus) di google itu yang paling atas,” jelasnya.
Reaksi MasyarakatKontroversi ini telah menarik perhatian luas dari netizen dan aktivis, yang menganggap tindakan Ratu Entok sebagai penistaan terhadap agama. Banyak yang mendesak pihak berwenang untuk bertindak tegas terhadap tindakan yang dianggap merendahkan nilai-nilai keagamaan.
Sementara itu, Ratu Entok menyatakan kesalnya atas banyaknya permintaan untuk memotong rambutnya setelah ia mengaku telah “hijrah.” Ia merasa dipaksa untuk mematuhi norma-norma yang tidak ia setujui dan berharap publik dapat memahami posisinya.
Dengan situasi yang terus berkembang, kini perhatian tertuju pada langkah-langkah hukum yang akan diambil oleh Polda Sumut terkait laporan ini, serta respons dari Ratu Entok dan tim hukum yang mendampinginya.
Kita tunggu saja bagaimana perkembangan kasus ini, dan apakah akan ada tindakan lebih lanjut dari pihak kepolisian maupun masyarakat terkait dugaan penistaan agama ini.
(N/014)
JAKARTA Aktivitas ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera U
NASIONAL
MEDAN Keluarga korban kasus pembunuhan anak di Medan, MHS (15), menyatakan kecewa atas putusan Pengadilan Tinggi Militer I Medan yang me
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Pelatih Timnas U19 Indonesia Nova Arianto meyakinkan, seluruh pemain Timnas U19 Indonesia sudah dalam kondisi siap menghadapi My
OLAHRAGA
BADUNG Kementerian Pariwisata menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat justru dapat membuka peluang peningkatan
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan praktik yang disebut sebagai politik outsourcing dalam kasus yang menjerat
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menyatakan telah menerima konfirmasi kehadiran dari para wakil presiden terdahulu dalam
NASIONAL
MEDAN Stadion Teladan Medan berpotensi menggelar pertandingan ASEAN U19 Boys&039 Championship 2026 (Piala AFF U19) tanpa kehadiran p
OLAHRAGA
MEDAN Pelaksanaan Piala ASEAN Football Federation (AFF) U19 2026 di Sumatera Utara dipastikan hanya menggunakan dua stadion, yakni Stad
OLAHRAGA
JAKARTA Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menunjuk perantara, calo, maupun pihak
NASIONAL
LAOS Sebanyak lima pria berhasil dievakuasi dari dalam gua yang terendam banjir di Provinsi Xaisomboun, Laos, pada Sabtu, 30 Mei 2026. Pro
INTERNASIONAL