Putra Daerah Buleleng Pulang Kampung, Mayjen Putra Widiastawa Resmi Jabat Pangdam IX/Udayana
DENPASAR Suasana haru dan penuh keakraban mewarnai acara pisah sambut Pangdam IX/Udayana di Aula Makodam IX/Udayana, Denpasar, Rabu (21/
NASIONAL
SEMARANG - Bupati nonaktif Pekalongan Fadia Arafiq mengaku kondisi keuangannya justru mengalami minus setelah menjabat sebagai kepala daerah. Dia juga menyebut memiliki utang dan menegaskan kekayaan yang dimilikinya sudah ada sebelum menjadi bupati.
Pernyataan itu disampaikan Fadia dalam pembelaannya di persidangan perkara dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa serta gratifikasi di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (3/9/2026).
Fadia mengatakan dirinya tidak menjadi bupati untuk mencari keuntungan. Menurutnya, jabatan tersebut dijalani sebagai bentuk pengabdian kepada Kabupaten Pekalongan.Baca Juga:
"Saya jadi bupati ini ada pengabdian, cinta saya kepada Pekalongan, bukan karena mencari uang," kata Fadia dalam persidangan, dikutip Sabtu (5/9/2026).
Selain terjun ke dunia politik, Fadia mengatakan dirinya telah memiliki usaha dan berprofesi sebagai penyanyi sebelum menjabat sebagai bupati. Dia menyebut sejumlah bisnis tersebut tetap berjalan ketika dirinya memimpin Kabupaten Pekalongan.
"Saya ingin menjelaskan bahwa uang saya itu sudah banyak sebelum saya jadi bupati," ujarnya.
Salah satu aset usaha yang disebut Fadia adalah kolam renang di Pekalongan yang menurut pengakuannya telah dibeli sekitar 2013.
Dalam persidangan, sejumlah saksi meringankan juga memberikan keterangan mengenai sumber penghasilan dan aset keluarga Fadia.
Salah satunya Tri Awal, konsultan keuangan, yang menyebut total uang dalam sejumlah rekening Fadia dan suaminya mencapai sekitar Rp54,58 miliar pada 26 Juni 2020. Nilai tersebut disebut belum termasuk surat berharga.
Keterangan mengenai bisnis keluarga Fadia juga disampaikan Ismawan, karyawan toko yang menjadi saksi meringankan. Dia mengaku telah membantu mengurus bisnis keluarga Fadia di pusat grosir Tanah Abang, Jakarta, sejak 2015.
Menurut Ismawan, keluarga Fadia saat itu memiliki sekitar 15 toko di pusat perdagangan tekstil tersebut. Pengelolaan keuangan dan penarikan uang dilakukan melalui pihak internal keluarga.
"Kita masih punya 15 toko waktu itu," kata Ismawan.
DENPASAR Suasana haru dan penuh keakraban mewarnai acara pisah sambut Pangdam IX/Udayana di Aula Makodam IX/Udayana, Denpasar, Rabu (21/
NASIONAL
JAKARTA Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Rocky Gerung menyinggung evaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subia
POLITIK
MEDAN Pemerintah Kota Medan melalui Inspektorat menggelar bimbingan teknis (bimtek) optimalisasi fitur eaudit pada eKatalog dan ePurc
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan memimpin serah terima jabatan (sertijab) Wakapolda Aceh dari Brigjen Pol. Ari Wahyu Wi
NASIONAL
BINJAI Kapolres Binjai menerima audiensi Pengurus Daerah (PD) Al Jam&039iyatul Washliyah Kota Binjai di Markas Kepolisian Resor (Mapol
NASIONAL
BINJAI Ketua Umum Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kota Binjai periode 20262031, Dr. Agus Purwanto, S.
NASIONAL
LHOKSEUMAWE Keluarga besar Korem 011/Lilawangsa menggelar tradisi penerimaan Komandan Korem (Danrem) yang baru, Kolonel Inf Teuku Mustaf
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mendorong perguruan tinggi berperan aktif dalam memperkuat ketahanan pangan mel
PERTANIAN AGRIBISNIS
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengirimkan surat resmi kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto terkait penyidikan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Komarudin Watubun, merespons rencana Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membangun komunikasi denga
POLITIK