Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA - Polda Metro Jaya mengungkap motif tiga tersangka yang diduga mengeroyok pedagang cermin Bambang Setiyawan (59) hingga meninggal dunia dalam kericuhan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Polisi menyebut para pelaku mengaku tersulut emosi karena aktivitas mereka mencari nafkah di sekitar lokasi terganggu kericuhan.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan ketiga tersangka mengaku merasa terganggu ketika melintas di lokasi yang sedang terjadi kerusuhan.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan dari para penyidik kami, terkait dengan motif yang ada daripada para pelaku, para pelaku merasa terganggu dengan peristiwa yang terjadi saat mereka bersama-sama melintas," kata Iman dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (12/9/2026).
Baca Juga:
Menurut Iman, ketiga tersangka kemudian ikut terlibat dalam kericuhan yang berlangsung di lokasi. Mereka diketahui mencari nafkah di sekitar tempat kejadian perkara.
"Kebetulan para pelaku ini mencari nafkah di sekitaran atau area tempat kejadian perkara. Kemudian sedang terjadi kerusuhan, mereka ikut serta di dalam kerusuhan itu sendiri," ujarnya.
Polisi menyebut ketiga tersangka bukan bagian dari kelompok massa terorganisasi. Mereka disebut merupakan pekerja harian lepas atau pekerja serabutan.
"Untuk profilnya sendiri bahwa ketiganya merupakan pekerja kasar, serabutan, yang melaksanakan atau mencari nafkah dengan mencari pekerjaan-pekerjaan yang dadakan, ya serabutan," kata Iman.
Ketiga tersangka masing-masing berinisial FP (23), DS (33), dan DDS (29). Mereka ditangkap di kawasan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Iman mengatakan pengungkapan kasus tersebut dilakukan melalui serangkaian penyelidikan dan penyidikan dengan metode investigasi berbasis ilmiah atau scientific crime investigation.
Sebelum menangkap ketiga tersangka, polisi sempat menyebarkan sketsa wajah dua orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan tersebut untuk membantu proses pencarian.
Penyidik kemudian menelusuri pergerakan para terduga pelaku sekaligus mencocokkan sidik jari yang ditemukan pada sejumlah barang bukti di tempat kejadian perkara.
Iman mengatakan sidik jari tersebut kemudian menjadi salah satu petunjuk dalam proses penyidikan. Data tambahan mengenai kecocokan sidik jari diperoleh ketika para terduga pelaku berada di wilayah Babakan Madang, sekitar Sentul, Bogor.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.