Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
"Kalau untuk miras wine itu ada di rumah dinas dari salah satu pejabat di sini yang mengisi rumah dinas, itu secara pribadi saja dia konsumsi bukan pada saat di kantor tapi di rumah," tambahnya.
Pihak lapas dengan demikian membantah anggapan bahwa fasilitas tersebut merupakan hunian khusus warga binaan yang disewakan.
Sebelumnya, Ombudsman RI menyoroti keberadaan sejumlah bangunan di bagian belakang kawasan Lapas Kelas IIA Cibinong.
Dalam sidak tersebut, Ombudsman menyebut menemukan lebih dari 10 unit bangunan dengan fasilitas yang dinilai menyerupai hunian apartemen.
Bangunan tersebut disebut memiliki sejumlah fasilitas seperti pendingin udara, televisi, sofa, meja, dapur mini, serta perabot rumah tangga lainnya.
Anggota Ombudsman RI, Fikri Yasin, menilai fasilitas di dalam bangunan tersebut tidak lazim ditemukan dalam lingkungan pemasyarakatan.
"Bagus, bagus sekali. Standar apartemen. Artinya walaupun kecil-kecil, kelengkapannya semua ada. Kelengkapan alat rumah tangga semua ada," ujar Fikri.
Ombudsman juga menyebut menemukan sejumlah orang yang diduga merupakan warga binaan berada di area bangunan tersebut.
Temuan lain yang menjadi perhatian adalah dugaan adanya praktik sewa-menyewa bangunan.
Anggota Ombudsman RI, Syafrida Rachmawati Rasahan, mengatakan pihaknya memperoleh keterangan dari salah satu penghuni yang menyebut adanya pembayaran untuk menempati bangunan tersebut.
"Kalau yang kami dapati dari keterangan yang menghuni salah satu penghuni bangunan, mereka memang berbayar, itu seperti disewakan," kata Syafrida.
Namun, Ombudsman mengaku belum memperoleh informasi mengenai besaran pembayaran maupun pihak yang menerima uang tersebut.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.