Rupiah Akhirnya Menguat! Dolar AS Kembali di Bawah Rp18.000, Apa Penyebabnya?
JAKARTA Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Selasa, 20 Oktober 2026. Mata uang Indon
EKONOMI
MEDAN – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) mengungkap dugaan sementara motif penembakan yang menewaskan seorang anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Polisi menduga peristiwa tersebut dipicu persoalan pribadi antara pelaku dan korban.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumut, Komisaris Besar Polisi Ferry Walintukan, mengatakan dugaan tersebut muncul berdasarkan hasil penyelidikan awal.Baca Juga:
Namun, kepolisian masih mengumpulkan keterangan untuk memastikan penyebab sebenarnya.
"Diduga motif pribadi," ucapnya, Selasa (20/10/2026).
Ferry menegaskan bahwa motif penembakan tersebut belum dapat dipastikan karena penyidik masih mendalami sejumlah fakta dan keterangan yang diperoleh.
"Iya, untuk motif saat ini masih dalam pendalaman," ujarnya.
Peristiwa penembakan itu terjadi pada Minggu malam, 18 Oktober 2026.
Seorang pria berinisial DN yang diketahui merupakan anggota ormas meninggal dunia setelah diduga ditembak di dalam mobil yang ditumpanginya.
Kasus tersebut kini ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut.
Berdasarkan informasi awal kepolisian, penembakan terjadi di Kecamatan Tanjung Morawa saat korban berada di dalam kendaraan bersama sejumlah orang lainnya.
Korban diduga ditembak oleh seseorang yang memiliki hubungan dengan organisasi kemasyarakatan yang sama.
Ferry sebelumnya menyampaikan bahwa polisi masih menyelidiki bagaimana peristiwa tersebut berlangsung dan siapa saja pihak yang terlibat.
"Informasinya, itu penembakan di dalam mobil antara sesama ormas (satu ormas)," kata Ferry, Senin (19/10).
Dalam peristiwa tersebut, seorang pria berinisial DN dilaporkan meninggal dunia.
"Satu orang meninggal dunia," ujarnya.
Kematian korban menjadi perhatian setelah informasi mengenai kejadian tersebut menyebar luas melalui media sosial.
Meski polisi telah memperoleh sejumlah petunjuk awal, kronologi lengkap penembakan masih terus didalami.
Penyidik juga berupaya memastikan peran masing-masing pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.
Dalam perkembangan penyelidikan, Polda Sumut telah mengamankan tiga orang yang diduga mengetahui peristiwa penembakan tersebut.
Ketiganya diamankan untuk dimintai keterangan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Sumut.
Ferry menjelaskan bahwa tiga orang tersebut masih berstatus sebagai saksi, bukan tersangka.
"Saat ini statusnya masih sebagai saksi," ucapnya.
Sementara itu, seorang yang diduga menjadi pelaku utama dalam kasus penembakan tersebut masih dalam pencarian polisi.
Kepolisian terus melakukan penyelidikan untuk menemukan pihak yang bertanggung jawab atas kematian korban.
Selain mendalami motif, penyidik juga memeriksa sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kejadian.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah asal-usul senjata api yang diduga digunakan dalam penembakan.
Menurut keterangan awal kepolisian, senjata api telah diamankan sebagai barang bukti.
Namun, kepemilikan dan asal-usul senjata tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Penyelidikan ini dilakukan untuk memperjelas rangkaian kejadian sekaligus memastikan keterlibatan pihak-pihak yang diduga memiliki peran dalam penembakan.
Kasus penembakan di Tanjung Morawa juga menjadi perhatian publik setelah sebuah video memperlihatkan seorang pria yang disebut sebagai keluarga korban meluapkan kemarahan di rumah sakit.
Dalam rekaman yang beredar di media sosial, pria tersebut terlihat tidak terima atas kematian anggota keluarganya.
Ia juga menyampaikan ancaman balas dendam dan mempertanyakan tindakan aparat kepolisian dalam menangkap pelaku.
"Nyawa dibayar nyawa. Tiga orang korban kena tembak, satu orang sudah tewas. Mana tangkapan polisi, kapolsek, kapolres, kapolda?," lanjutnya.
Dalam video tersebut, pria itu menyebut tiga orang menjadi korban penembakan, dengan satu orang dilaporkan meninggal dunia.
Namun, keterangan mengenai jumlah korban yang terkena tembakan masih perlu dibedakan dari informasi resmi kepolisian.
Hingga pernyataan tersebut disampaikan, polisi telah memastikan satu orang meninggal dunia.
Video itu juga memuat penyebutan nama seseorang yang dituding terlibat.
Meski demikian, identitas dan peran orang yang disebut dalam rekaman tersebut belum dapat dipastikan hanya berdasarkan pernyataan yang beredar di media sosial.
Kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab.
Polda Sumut Minta Masyarakat Percayakan Penanganan Kasus kepada Polisi
Menanggapi perkembangan kasus tersebut, Ferry meminta masyarakat tetap tenang dan memberikan kesempatan kepada kepolisian untuk menyelesaikan penyelidikan.
Ia memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional dan transparan.
Menurut Ferry, aparat kepolisian masih bekerja untuk menemukan pelaku sekaligus mengungkap motif sebenarnya di balik penembakan yang menewaskan anggota ormas tersebut.
Dugaan persoalan pribadi yang disampaikan kepolisian masih menjadi bagian dari penyelidikan awal dan belum merupakan kesimpulan akhir.
Polisi juga belum merinci persoalan pribadi seperti apa yang diduga menjadi pemicu penembakan.
Karena itu, masyarakat diminta tidak terburu-buru menarik kesimpulan maupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Penyelesaian kasus melalui proses hukum dinilai penting untuk mencegah munculnya konflik lanjutan, terutama setelah beredarnya rekaman yang berisi ancaman balas dendam.
Hingga Selasa, 20 Oktober 2026, penyelidikan kasus penembakan di Tanjung Morawa masih berlangsung.
Polda Sumut terus mendalami dugaan motif pribadi, memeriksa keterangan para saksi, dan menelusuri barang bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Tiga orang telah diamankan untuk dimintai keterangan, sementara pihak yang diduga sebagai pelaku utama masih diburu.
Kasus tersebut menjadi perhatian karena melibatkan anggota organisasi kemasyarakatan dan mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.
Polisi diharapkan dapat mengungkap kronologi kejadian secara menyeluruh, termasuk memastikan siapa yang melakukan penembakan, bagaimana peristiwa berlangsung, serta apa yang menjadi penyebabnya.
Sementara itu, masyarakat masih menunggu perkembangan penyelidikan dan langkah hukum terhadap pihak yang nantinya terbukti bertanggung jawab atas kematian korban.* (d/ad)
JAKARTA Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Selasa, 20 Oktober 2026. Mata uang Indon
EKONOMI
JAKARTA Produsen smartphone asal China, OnePlus, dikabarkan tengah menguji teknologi layar dengan refresh rate mencapai 240Hz untuk pons
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) kembali mengalami penurunan pada perdagangan Rabu, 21 Oktober 2026. Harga emas
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu, 21 Oktober 2026. Penguatan terjadi ketika pelaku pasar
EKONOMI
BALI PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) berpartisipasi dalam International Critical Minerals and Metals Summit Indonesia 2026 yang
NASIONAL
MEDAN Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) mengungkap dugaan sementara motif penembakan yang menewaskan seorang anggota organi
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Belawan menuntut Sanggam Raja Elroi Marbun dengan hukuman 15 tahun penjara dal
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Maskapai penerbangan TransNusa resmi membuka rute internasional baru yang menghubungkan Bali, Indonesia, dengan Melbourne, Austr
NASIONAL
JAKARTA Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Syariah Indonesia (BSI) 2026 menjadi salah satu pilihan pembiayaan bagi pelaku usaha mikr
EKONOMI
JAKARTA Kisah Nabi Musa AS dalam AlQur&039an menyimpan banyak pelajaran tentang kesabaran, keberanian, dan keteguhan iman saat mengha
AGAMA