Isu Zakat untuk MBG? Kemenag Akhirnya Buka Suara
JAKARTA Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan hingga saat ini tidak ada kebijakan penyaluran zakat yang dikaitkan dengan program Makan
NASIONAL
KARAWANG –Polres Karawang menangkap dua orang pelaku pengeroyokan dan persekusi terhadap Kiai NU Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kedua pelaku yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka berinisial F dan S. Penangkapan ini merupakan hasil dari penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian setelah insiden kekerasan dan persekusi yang menimpa para pengurus NU dan anggota Banser Karawang.
Kapolres Karawang, Edwar Zulkarnain, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengamankan sejumlah barang bukti dari kedua tersangka, termasuk satu unit motor, satu baju loreng, sepasang sepatu, dan satu unit handphone. “Dua orang tersangka yaitu F dan S sudah kami tangkap beserta sejumlah barang bukti. Pelaku bisa bertambah dan saat ini masih kami dalami,” ujar Edwar dalam jumpa pers di Mapolres Karawang, Jumat (16/8/2024).
Menurut Edwar, meski dua pelaku telah ditangkap, pihak kepolisian masih belum dapat mengungkapkan motif di balik aksi persekusi dan penganiayaan tersebut. “Terkait motif pelaku masih kami kembangkan dan belum bisa kami sampaikan sekarang. Namun jika sudah selesai kami tangani pasti akan kami sampaikan motifnya,” kata Edwar.
Peristiwa kekerasan ini bermula ketika rombongan pengurus NU dari Kabupaten Bekasi yang terdiri dari beberapa kiai, melakukan perjalanan menuju Ponpes Al Baghdadi di Rengasdengklok, Karawang. Pada pukul 21.15 WIB, saat mereka memasuki Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok, rombongan tersebut dihadang oleh sekelompok massa yang berjumlah puluhan orang.
Massa tersebut menanyakan nama salah seorang kiai kepada rombongan. Karena nama yang dicari tidak ada di dalam mobil yang ditumpangi, situasi semakin memanas. Akibatnya, dua orang penumpang mengalami kekerasan dan penganiayaan, serta mobil yang mereka gunakan mengalami kerusakan. “Karena nama yang dicari tidak ada, kemudian terjadi kekerasan terhadap mobil yang ditumpangi rombongan dari Bekasi. Dua orang penumpang mengalami kekerasan dan penganiayaan. Mobil yang digunakan juga mengalami kerusakan,” jelas Edwar.
Polisi kini masih memburu pelaku lainnya yang melarikan diri setelah melakukan tindakan kekerasan tersebut. Kasus ini dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, yang mengancam hukuman penjara hingga lima tahun enam bulan. Kepolisian terus melakukan pengembangan untuk mengungkap seluruh pelaku dan motif di balik tindakan kekerasan tersebut.
Kepolisian meminta masyarakat untuk bersabar sementara proses penyidikan berlangsung. Polisi juga menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus ini secara transparan dan adil, demi memastikan keadilan bagi para korban serta memelihara keamanan dan ketertiban di masyarakat.
(N/014)
JAKARTA Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan hingga saat ini tidak ada kebijakan penyaluran zakat yang dikaitkan dengan program Makan
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Kota Medan meningkatkan patroli kegiatan subuh guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama bulan
PEMERINTAHAN
DENPASAR Nama I Gusti Putu Artha kembali menjadi perbincangan publik di Denpasar. Namun kali ini sorotan bukan terkait pernyataannya men
HUKUM DAN KRIMINAL
DENPASAR Menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Polda Bali melalui Satgas Pangan bersama instansi terkait melakukan pengecekan dan m
EKONOMI
JAKARTA Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) meminta Presiden Prabowo Subianto membatalkan rencana impor 105.000 kendaraan niaga
EKONOMI
JAKARTA Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI, Nazaruddin Dek Gam, memastikan tidak ada pelanggaran prosedur dalam penetapan kemb
POLITIK
JAKARTA Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional, Sony Sanjaya, menegaskan bahwa skema insentif mitra Satuan Pelayanan
EKONOMI
JAKARTA Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional, Sony Sonjaya, membantah pernyataan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto yang m
NASIONAL
NTT Aparat Kepolisian Resor Belu, Nusa Tenggara Timur, membeberkan kronologi dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umu
ENTERTAINMENT
MEDAN Suasana Jalan Jenderal Ahmad Yani (Kesawan), jantung sejarah Kota Medan, berubah menjadi lautan merah yang bercahaya Sabtu (21/2/2
PEMERINTAHAN