Pasang Badan Soal Ijazah Gibran! Ketum Militan Gibran Sentil MK: Tidak Ditemukan Beda Sama Tidak Ada
JAKARTA Ketua Umum Militan Gibran, Andi Azwan, menilai pernyataan Mahkamah Konstitusi (MK) yang tidak menemukan bukti Gibran Rakabuming Ra
POLITIK
MEDAN –Kepala Staf Kodam I Bukit Barisan, Brigjen TNI Refrizal, memberikan keterangan terbaru mengenai kondisi Prada Defliadi, seorang prajurit TNI yang menjadi korban pembacokan oleh geng motor Simple Life pada Minggu (4/8) lalu. Dalam pernyataannya, Refrizal menyebutkan bahwa Prada Defliadi saat ini masih dalam kondisi sakit dan menjalani perawatan intensif akibat luka-luka yang dideritanya.
“Kondisinya memang sangat memprihatinkan. Tidak hanya mengalami buta, tetapi juga mengalami luka-luka akibat pembacokan yang cukup parah,” ujar Refrizal saat ditemui di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara pada Selasa (6/8). Namun, Refrizal tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai tingkat kebutaan Prada Defliadi, apakah melibatkan kedua mata atau hanya salah satunya.
Penyerangan oleh Geng Motor dalam Kondisi Mabuk
Kapendam I Bukit Barisan, Kol. Inf. Rico Siagian, menjelaskan bahwa penyerangan terhadap Prada Defliadi dan beberapa rekannya dilakukan oleh anggota geng motor Simple Life yang dalam keadaan mabuk. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 03.20 WIB, saat Prada Defliadi bersama sembilan anggotanya sedang makan di sebuah angkringan.
Menurut Rico, sekitar 20 orang anggota geng motor datang menggunakan dua mobil dan beberapa sepeda motor. Mereka langsung menyerang dengan senjata tajam tanpa provokasi lebih lanjut, menuduh para personel TNI sebagai musuh mereka.
“Mereka datang dalam kondisi mabuk dan segera melancarkan serangan. Mereka menuduh semua anggota TNI yang ada di lokasi sebagai musuh mereka,” jelas Rico. Akibat serangan tersebut, Prada Defliadi mengalami luka bacok di bagian kepala, mata, dan tangan. Keadaannya memerlukan perawatan medis intensif untuk menangani luka-lukanya yang serius.
Langkah-langkah Penanganan dan Tindakan Hukum
Pasca-insiden tersebut, aparat kepolisian dan militer tengah melakukan investigasi mendalam untuk mengidentifikasi dan menangkap pelaku. Tindakan hukum terhadap anggota geng motor yang terlibat dalam penyerangan sedang diproses.
Brigjen TNI Refrizal dan Kapendam I Bukit Barisan, Kol. Inf. Rico Siagian, menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memastikan bahwa tindakan hukum akan diambil secara tegas terhadap para pelaku kekerasan.
Pihak TNI dan kepolisian juga berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada Prada Defliadi dan keluarga selama proses pemulihan dan penyembuhan dari insiden yang menyedihkan ini.
(N/014)
JAKARTA Ketua Umum Militan Gibran, Andi Azwan, menilai pernyataan Mahkamah Konstitusi (MK) yang tidak menemukan bukti Gibran Rakabuming Ra
POLITIK
JAKARTA Jaksa penuntut umum (JPU) mengungkap dugaan penyamaran harta oleh mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Sidang perkara dugaan korupsi proyek Waterfront City Kabupaten Samosir kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Terdakwa kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Febrie Adriansyah sepakat mengajukan eksepsi atau perlawanan
HUKUM DAN KRIMINAL
SOLO Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo menegaskan proses verifikasi berkas persyaratan Gibran Rakabuming Raka saat maju pada Pilkada S
NASIONAL
KUTAI KARTANEGARA Seorang warga nyaris tenggelam setelah perahu ketinting yang ditumpanginya terbalik di perairan TM28 area GTS4, Kutai
PERISTIWA
DELI SERDANG DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara menyalurkan tali asih kepada 59 siswa yang terdampak dugaan gangguan kesehatan setelah meng
PENDIDIKAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan bekerja lebih agresif, terukur dan bero
PEMERINTAHAN
MEDAN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa dua mantan bupati di Sumatera Utara terkait pengembangan kasus dugaan korupsi proyek pe
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menjadwalkan ulang pemeriksaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid sebagai saksi dalam kasus duga
NASIONAL