BREAKING NEWS
Rabu, 07 Oktober 2026

Buntut 59 Siswa Mual Makanan MBG di Deli Serdang: PDIP Sumut Beri Tali Asih & Sentil Keamanan Pangan

Abyadi Siregar - Rabu, 07 Oktober 2026 21:04 WIB
Buntut 59 Siswa Mual Makanan MBG di Deli Serdang: PDIP Sumut Beri Tali Asih & Sentil Keamanan Pangan
DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara menyalurkan tali asih kepada 59 siswa yang terdampak dugaan gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dan susu program MBG di Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang. Bantuan diberikan dalam bentuk tabungan BRI masi
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

DELI SERDANG - DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara menyalurkan tali asih kepada 59 siswa yang terdampak dugaan gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dan susu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Galang, KabupatenDPD PDI Perjuangan Sumatera Utara menyalurkan tali asih kepada 59 siswa yang terdampak dugaan gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dan susu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang. Bantuan diberikan dalam bentuk tabungan BRI masing-masing sebesar Rp300 ribu.

Penyaluran tali asih dilakukan di Aula Bung Karno, kantor DPC PDI Perjuangan Deli Serdang, Lubuk Pakam, Rabu (7/10/2026). Kegiatan tersebut disebut sebagai bentuk solidaritas kepada para siswa dan keluarga yang terdampak.

Wakil Ketua Bidang Politik DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Sutrisno Pangaribuan mengatakan bantuan tersebut diberikan untuk ikut meringankan beban keluarga setelah anak-anak mengalami gangguan kesehatan.

Baca Juga:

"Ketika anak mengalami gangguan kesehatan setelah makan di sekolah, yang dirasakan orang tua tentu bukan hal yang ringan. Ada rasa takut, ada kekhawatiran, dan ada pertanyaan apakah kejadian seperti ini akan terulang. Kami datang hari ini untuk berbagi sedikit beban itu dengan keluarga," kata Sutrisno.

Sutrisno menjelaskan seluruh 59 siswa terdampak di Kecamatan Galang mendapatkan tabungan BRI sebesar Rp300 ribu per anak. Menurutnya, seluruh siswa tersebut tidak sampai menjalani perawatan intensif, opname, maupun dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi.

"Bantuan ini bukan tentang seberapa besar nilainya. Kami sadar apa yang diberikan tidak akan menghapus pengalaman yang sudah dialami anak-anak dan keluarga. Tetapi dalam semangat gotong royong, kami ingin mengambil bagian, sekecil apa pun, untuk membantu mereka melewati situasi ini," ujarnya.

Gangguan kesehatan tersebut terjadi pada Jumat (18/9/2026). Saat itu, siswa dari empat sekolah dasar dilaporkan mengalami keluhan setelah menyantap makanan dan minum susu program MBG.

Keempat sekolah tersebut yakni SDN 101976 Bandar Kuala, SDN 106197 Paku, SDN 101961 Timbang Deli dan SDN 107827 Titi Besi.

Keluhan yang dilaporkan antara lain sakit perut, mual, muntah dan pusing. Para siswa kemudian mendapatkan penanganan di Puskesmas Galang.

Dapur SPPG di Desa Galang Barat yang memasok makanan tersebut kemudian dikenai penghentian operasional sementara selama 20 hari sejak 18 September.

Sutrisno menilai kejadian tersebut perlu menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG, terutama dalam hal keamanan pangan.

Menurutnya, program yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak harus menjamin keamanan makanan sejak proses persiapan hingga dikonsumsi siswa.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Susu Opao Diduga Masih Jadi Menu MBG di SPPG Medan Tembung 3, Pengamat Minta APH Turun Tangan: Penuhi Unsur Formil dan Materil Pidana
Ditanya Penggunaan Susu Opao, Ini Jawab Kepala SPPG Tembung 3: Jangan Urusi Dapur Orang, Saya Tidak Takut!
Pacu UMKM Pangan Tembus Pasar Ekspor, Pemprov Sumut & BBPOM Bagikan 10 Ribu Sertifikat Halal Gratis
Dorong UMKM Naik Kelas! Pemprov Sumut & BBPOM Bagikan 10 Ribu Sertifikat Halal dan Kawal MBG
Ada Dugaan Gratifikasi hingga Jual Beli Proyek, Mahasiswa Tantang Transparansi Pengadaan Pemko Binjai
MBG Disajikan Prasmanan di Sekolah, BGN Sebut Makanan Lebih Hangat dan Minim Waste
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru