BREAKING NEWS
Selasa, 02 Juni 2026

Iran Gelar Pemakaman Kenegaraan 60 Korban Perang Israel-Iran, Termasuk Komandan Garda dan Ilmuwan Nuklir

- Sabtu, 28 Juni 2025 14:54 WIB
Iran Gelar Pemakaman Kenegaraan 60 Korban Perang Israel-Iran, Termasuk Komandan Garda dan Ilmuwan Nuklir
ILUSTRASI (foto: wikipedia)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TEHERAN -Pemerintah Iran menggelar pemakaman kenegaraan besar-besaran pada Sabtu (28/6/2025) untuk menghormati sekitar 60 korban tewas dalam konflik bersenjata terbaru dengan Israel, termasuk sejumlah komandan militer, ilmuwan nuklir, dan anak-anak.

Upacara dimulai pukul 08.00 waktu setempat di pusat Kota Teheran, dengan ditutupnya kantor-kantor pemerintah dan sebagian besar pusat bisnis sebagai bentuk penghormatan nasional.

Televisi pemerintah menayangkan langsung prosesi, menampilkan ribuan warga berpakaian hitam membawa bendera dan foto-foto para syuhada.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian turut hadir bersama pejabat tinggi negara. Peti-peti jenazah yang dibungkus bendera Iran dipajang di sekitar Lapangan Enghelab dan akan diarak menuju Lapangan Azadi, menempuh jarak 11 kilometer.

Kepala Dewan Koordinasi Pengembangan Islam Teheran, Mohsen Mahmoudi, menyebut hari ini sebagai "hari bersejarah bagi Iran dan revolusi".

Tokoh-Tokoh Penting yang Gugur

Beberapa tokoh penting yang dimakamkan antara lain:

Mayor Jenderal Mohammad Bagheri, orang nomor dua militer Iran, yang tewas bersama istri dan putrinya akibat serangan udara Israel.

Ilmuwan nuklir Mohammad Mehdi Tehranchi dan istrinya.

Komandan Garda Revolusi Iran, Hossein Salami, yang gugur di hari pertama serangan.

Dari total 60 jenazah yang dimakamkan, empat di antaranya adalah anak-anak, menurut laporan kantor berita AFP.

Eskalasi dan Gencatan Senjata

Konflik Iran-Israel yang berlangsung sejak 13 Juni 2025 telah menewaskan 627 warga sipil Iran, menurut data resmi Kementerian Kesehatan Iran. Serangan balasan Iran ke wilayah Israel menewaskan 28 orang.

Amerika Serikat, yang mendukung Israel, turut menyerang tiga fasilitas nuklir Iran. Namun Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menilai serangan itu tidak berdampak signifikan.

Trump Serang Iran, Iran Balas Keras

Presiden AS Donald Trump mengecam klaim kemenangan Iran dan menyebut dirinya mengetahui lokasi persembunyian Khamenei. Pernyataannya memicu kecaman keras dari Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang menyebut komentar Trump sebagai "tidak sopan dan tidak dapat diterima".

Sorotan pada Program Nuklir

Program nuklir Iran kembali jadi sorotan. Meski Trump mengklaim negosiasi baru akan dimulai, Iran membantah dan menyebut tidak ada pembicaraan yang dijadwalkan.

Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar juga menyerukan aksi global untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir.

"Rezim paling ekstrem di dunia tidak boleh memperoleh senjata paling berbahaya," ujar Saar melalui akun X miliknya.*

(km/j006)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru