Instagram–Facebook Dibanjiri Iklan Judol, Komdigi Siapkan Pertemuan dengan Meta
JAKARTA Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akan segera melakukan pertemuan dengan pihak Meta menyusul meningkatnya temuan kome
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menggemparkan publik dengan klaim terbaru mengenai Coca-Cola. Dalam unggahan di platform Truth Social pada Rabu (16/7), Trump menyatakan telah berdiskusi dengan Coca-Cola untuk mengembalikan penggunaan gula tebu asli dalam produk mereka di Amerika Serikat. Trump mengklaim perusahaan minuman legendaris itu telah menyetujui inisiatif tersebut.
"Saya telah berbicara dengan Coca-Cola tentang penggunaan Gula Tebu ASLI dalam Coca-Cola di Amerika Serikat, dan mereka telah setuju untuk melakukannya. Ini akan menjadi langkah yang sangat baik dari mereka — Anda akan lihat. Rasanya jauh lebih baik!" tulis Trump.
Namun, pernyataan ini mengundang reaksi beragam, terutama karena Trump dikenal sebagai penggemar Diet Coke yang menggunakan pemanis alternatif aspartam.
Respons Coca-Cola dan Kritik Industri
Coca-Cola Company memberikan respons diplomatis, menyatakan, "Kami menghargai antusiasme Presiden Trump terhadap merek Coca-Cola kami yang ikonis. Detail lebih lanjut tentang inovasi produk kami akan segera diumumkan."
CEO Coca-Cola, James Quincey, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mengurangi kandungan gula dalam produk mereka. Saat ini, di AS Coca-Cola menggunakan sirup jagung fruktosa tinggi (HFCS), berbeda dengan beberapa negara lain yang memakai gula tebu.
Sementara itu, John Bode dari Corn Refiners Association mengkritik langkah ini, menyebutnya tidak masuk akal dan berpotensi menghilangkan ribuan pekerjaan manufaktur di AS serta menekan pendapatan petani lokal.
Dampak Ekonomi dan Kesehatan
Peralihan dari HFCS ke gula tebu menimbulkan perdebatan ekonomi dan kesehatan. Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy Jr. mendukung kebijakan ini sebagai bagian dari inisiatif "Make America Healthy Again". Namun, para ahli mengingatkan bahwa secara kalori, gula tebu dan HFCS memiliki efek serupa dan konsumsi berlebihan dari keduanya dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes.
Selain Kontroversi, Trump Luncurkan Parfum Victory 45-47
Di tengah sorotan ini, Trump juga baru meluncurkan parfum dan cologne Victory 45-47, dengan harga premium sekitar USD249. Produk ini diklaim mencerminkan kemenangan dan kekuatan, tersedia dalam varian pria dan wanita. Peluncuran parfum ini menimbulkan kontroversi tersendiri karena bertepatan dengan pengesahan RUU kontroversial di AS.
JAKARTA Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akan segera melakukan pertemuan dengan pihak Meta menyusul meningkatnya temuan kome
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberikan klarifikasi terkait beredarnya informasi mengenai dugaan dua desa di I
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah mulai menggulirkan paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun pada semester II 2026. Kebijakan yang mulai berlaku
NASIONAL
JAKARTA Programprogram strategis nasional yang dijalankan pemerintah diminta tetap mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah memberikan apresiasi kepada masyarakat yang berpartisipasi dalam jajak pendapat (polling) penentuan logo resmi Hari U
NASIONAL
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Senin (29/6/2026). Bursa saham domestik melema
EKONOMI
JAKARTA Sengketa kepemilikan lahan seluas 3.710 meter persegi di Jalan Gelatik, Kelurahan Sawah, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selat
NASIONAL
JAKARTA Anggota Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS), Ir. JP Latumahina, mendorong Presiden Prabowo Subianto melakukan evaluasi menye
NASIONAL
JAKARTA Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) kembali menggelar forum akademik The Colors of Commun
PENDIDIKAN
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., meresmikan tiga fasilitas baru di lingkungan Polda Aceh, yakni Klinik P
NASIONAL