Tanpa APBN, RI Gandeng Swasta untuk Storage Minyak Cadangan Nasional
JAKARTA Pemerintah berencana membangun fasilitas penyimpanan (storage) minyak dengan kapasitas hingga tiga bulan, jauh lebih besar diban
EKONOMI
PNOM PENH - Konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja yang menewaskan 16 orang minggu ini, tidak hanya berkecamuk di perbatasan. Pertempuran kini meluas ke medan digital, di mana netizen dari kedua negara saling menyerang dalam perang tagar yang sarat dengan nasionalisme dan propaganda.
Dua tagar utama yang menjadi medan pertempuran digital adalah #CambodiaOpenedFire dan #ThailandFiredFirst, yang menunjukkan polarisasi ekstrem dalam narasi masing-masing negara.
Bentrok bersenjata yang terjadi pada Kamis (24/7/2025) menjadi pemantik kemarahan publik di media sosial. Tak sedikit komentar penuh amarah menghiasi TikTok, X, dan Facebook. Beberapa unggahan bahkan menuduh pihak lawan sebagai agresor, penipu, hingga pencuri budaya.
"Keadilan untuk Kamboja. Pasukan Thailand yang mulai duluan," tulis seorang pengguna TikTok asal Phnom Penh.
"Siapa yang percaya negara penipu online terbesar?" balas netizen asal Bangkok, merujuk pada reputasi Kamboja dalam sindikat scam daring.
Unggahan semacam itu telah ditonton jutaan kali, membuktikan bahwa konflik ini tidak hanya milik elite politik atau militer, tetapi juga menjadi bahan bakar bagi nasionalisme digital generasi muda.
Ketegangan Thailand-Kamboja bukanlah hal baru. Perseteruan atas Kuil Preah Vihear dan Ta Moan Thom telah lama menjadi simbol konflik identitas nasional. Tahun 2008, Kamboja berhasil mendaftarkan Preah Vihear sebagai situs warisan dunia UNESCO, memicu protes besar di Thailand.
Konflik budaya juga meluas ke ajang olahraga. Saat SEA Games 2023, atlet Thailand memboikot pertandingan bela diri karena Kamboja menyebutnya "Kun Khmer" bukan "Muay Thai", menuduh Kamboja melakukan plagiarisme budaya.
Kini, ketegangan berulang lewat nominasi budaya pernikahan tradisional Khmer ke UNESCO yang dikritik publik Thailand sebagai peniruan pakaian adat Siam. Tagar seperti #Claimbodia dan #PencuriSiam pun trending di kedua negara.
Media sosial kini menjadi panggung utama bagi hasutan dan sentimen negatif. Dalam sebuah video viral, seorang warga Thailand menampar pekerja migran asal Kamboja dan memaksanya berbicara dalam bahasa Khmer sebagai bentuk penghinaan.
"Ini sudah bukan perang informasi lagi, tapi perang kebencian," ujar Wilaiwan Jongwilaikasaem, dosen jurnalisme di Universitas Thammasat.
JAKARTA Pemerintah berencana membangun fasilitas penyimpanan (storage) minyak dengan kapasitas hingga tiga bulan, jauh lebih besar diban
EKONOMI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia menargetkan pembangunan pembangkit tenaga surya berkapasitas 100 gigawatt sebagai
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan Ketua Umum Pemuda Pancasila (PP), Japto Soerjosoemarno, menerima jatah bulan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengimbau orang tua memanfaatkan libur Lebaran untuk memperkuat interaksi langsung
PEMERINTAHAN
JAKARTA Kementerian Keuangan mencatat program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 61,62 juta penerima hingga 9 Maret 2026, denga
EKONOMI
MEDAN Operasional 252 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sumatera Utara dihentikan sementara karena belum melakukan pendaftaran S
KESEHATAN
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) harus mampu memberikan keuntungan maksimal bagi negar
EKONOMI
MEDAN Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mengunjungi Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara, Selasa (10/3/2026), unt
NASIONAL
BANDA ACEH Personel Bidang Humas Polda Aceh membagikan ratusan kilogram kurma bantuan Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah,
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengaku heran dengan adanya aturan yang melarang audit terhadap anak usaha Badan Usaha Milik Negara (B
EKONOMI