Iran Tutup Selat Hormuz, Ketegangan Timur Tengah Kembali Memuncak
TEHERAN Situasi geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz untuk seluruh lalu lintas kap
INTERNASIONAL
CHINA - Sebuah video menyentuh hati yang memperlihatkan seorang pengantar makanan di China menangis karena kelelahan bekerja selama lebih dari 10 jam per hari menjadi viral di media sosial. Video tersebut pertama kali dibagikan oleh akun Instagram @chinaminutes dan kini telah menyita perhatian publik internasional.
Dalam video itu, pria berseragam kuning mencolok—identik dengan seragam kurir makanan—bercerita sambil menahan tangis. Ia mengungkapkan penyesalan mendalam karena putus sekolah di usia muda, dan kini harus menjalani hidup yang keras demi bertahan hidup.
"Aku mengantar makanan lebih dari sepuluh jam setiap hari. Rasanya seperti anjing. Tapi aku tak berani bermalas-malasan karena takut tak bisa makan," ujarnya pilu.
Penyesalan Masa Lalu dan Beban Hidup
Dengan suara bergetar, pria tersebut mengaku sangat menyesal karena tidak mendengarkan nasihat gurunya dulu. Saat remaja, ia merasa tahu segalanya dan memilih berhenti sekolah. Kini, ia menghadapi kenyataan pahit—harus bekerja keras tanpa kepastian, dan hidup dalam kelelahan fisik maupun batin.
"Jika bisa mengulang waktu, aku akan belajar lebih giat," tambahnya.
Lebih menyedihkan lagi, ia merasa gagal membahagiakan orang tuanya, dan tidak memiliki siapa pun untuk mencurahkan beban yang dipikulnya.
Netizen Tersentuh, Realita Hidup Tak Semua Tentang Mewah dan Impian
Video tersebut langsung memicu respons haru dari ribuan netizen. Banyak yang menyuarakan empati karena merasa mengalami situasi yang sama—bekerja keras bukan untuk mengejar mimpi, tetapi sekadar bertahan hidup.
"Suara pria ini bergetar bukan karena ia lemah, tapi karena ia menahan lapar, lelah, dan derita bertahun-tahun," komentar seorang netizen.
Netizen lain menyoroti kerasnya sistem kerja bagi kurir makanan di China. Satu keluhan saja bisa membuat mereka kehilangan seluruh upah harian. Tak jarang, mereka diminta melakukan lebih dari tugas utama, seperti membuang sampah atau memberikan layanan tambahan.
Cermin Realitas Sosial: Bukan Hanya Cerita di China
Kisah pilu pengantar makanan ini menjadi pengingat keras bahwa tidak semua orang memiliki kemewahan untuk bermimpi besar. Banyak yang terjebak dalam siklus kerja keras tanpa jeda, hanya untuk bertahan hidup dan menjaga harga diri di tengah dunia yang semakin kompetitif.*
(d/j006)
TEHERAN Situasi geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz untuk seluruh lalu lintas kap
INTERNASIONAL
JAKARTA Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) menyambut positif kebijakan pemerintah terkait penerapan anggaran m
OLAHRAGA
MEDAN Kebakaran hebat melanda sebuah pabrik plastik dan mainan yang berada di Jalan Ladang, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sabtu (20
PERISTIWA
BANDA ACEH Tokoh masyarakat Aceh, Suryadi Djamil, M.I.Kom atau yang akrab disapa Om Sur, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat A
AGAMA
MEDAN Kebakaran hebat melanda empat kapal ikan yang sedang bersandar di dermaga Jalan Gabion, Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Bela
PERISTIWA
JAKARTA Pengamat politik senior Boni Hargens menilai pelibatan personel Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam jabatan sipil merupa
POLITIK
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I tahun 2026 mencapai 5,61 persen seca
EKONOMI
JAKARTA Oditurat Militer II07 Jakarta memutuskan tidak mengajukan banding atas putusan majelis hakim terhadap empat anggota Badan Intel
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah tidak akan melakukan impor beras konsumsi dalam waktu dekat
EKONOMI
JAKARTA Roy Suryo berencana mengajukan penangguhan penahanan setelah ditahan oleh Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penyebaran tudin
HUKUM DAN KRIMINAL