Keputusan Inggris menjadi sorotan khusus karena peran historisnya dalam pembentukan Israel modern pasca-Perang Dunia II. Pengamat menilai pengakuan ini berpotensi memperdalam isolasi diplomatik Israel sekaligus membuka peluang baru bagi Palestina di panggung internasional.
"Ini adalah kemenangan simbolis sekaligus politik bagi Palestina," kata Dr. Burcu Ozcelik, pakar Timur Tengah di Royal United Services Institute, yang menilai langkah ini dapat mencegah upaya pemindahan paksa warga Palestina.Penolakan Israel dan Hambatan AS
Namun, realitas di lapangan kemungkinan tidak banyak berubah dalam waktu dekat. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan penolakannya terhadap negara Palestina, bahkan berjanji memperluas permukiman Yahudi di Tepi Barat.Tanpa dukungan Amerika Serikat, pengamat menilai kemajuan konkret menuju solusi dua negara masih jauh dari kenyataan. Meski begitu, deklarasi pengakuan ini memberikan secercah harapan bagi rakyat Palestina yang telah lama hidup dalam konflik berkepanjangan.*