NEW YORK – Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, menegaskan bahwa tindakan agresif Israel tidak hanya mengancam perdamaian regional, tetapi juga melemahkan proses perdamaian secara global.
Hal ini disampaikannya dalam Konferensi Tingkat Tinggi yang membahas situasi Palestina dan upaya perdamaian di kawasan Timur Tengah."Ini menunjukkan upaya Israel melanjutkan praktik agresif yang mengancam perdamaian regional maupun internasional, serta melemahkan proses perdamaian di kawasan," tegas Pangeran Faisal.
Solusi Dua Negara Sebagai Jalan Menuju Perdamaian AbadiPangeran Faisal menekankan bahwa solusi dua negara merupakan satu-satunya jalan realistis untuk menciptakan perdamaian yang berkelanjutan. Ia menyambut baik hasil pemungutan suara Majelis Umum PBB terkait Deklarasi New York mengenai Penyelesaian Damai Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara.
Resolusi tersebut didukung oleh 142 dari 193 negara anggota PBB, sebuah angka yang mencerminkan konsensus internasional yang kuat."Dukungan ini mencerminkan keinginan komunitas internasional untuk menegakkan keadilan bagi rakyat Palestina dan mengukuhkan hak-hak historis mereka sesuai kerangka hukum internasional, resolusi PBB, dan Inisiatif Perdamaian Arab," ujarnya.
Arab Saudi, lanjut Pangeran Faisal, menyatakan komitmennya untuk bekerja sama dengan Prancis dan negara-negara lain dalam menindaklanjuti hasil konferensi tersebut. Tujuannya adalah untuk:Menghentikan perang yang sedang berlangsung di Gaza,
Mencegah tindakan sepihak yang merusak kedaulatan Palestina,Mendorong pendirian Negara Palestina Merdeka berdasarkan perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota.
Menutup pernyataannya, Pangeran Faisal menyampaikan apresiasi kepada negara-negara yang telah mengakui Palestina secara resmi, serta mendorong negara lain untuk mengikuti langkah tersebut."Pengakuan ini akan menjadi dorongan besar bagi implementasi solusi dua negara, tercapainya perdamaian komprehensif di Timur Tengah, serta lahirnya realitas baru di mana kawasan dapat menikmati stabilitas dan kemakmuran," tandasnya.*