BREAKING NEWS
Kamis, 22 Januari 2026

Kobaran Api Mengamuk di Chili: 15 Tewas, 50 Ribu Warga Terpaksa Mengungsi

Adam - Senin, 19 Januari 2026 08:46 WIB
Kobaran Api Mengamuk di Chili: 15 Tewas, 50 Ribu Warga Terpaksa Mengungsi
Kebakaran hutan melanda wilayah selatan Chili, menewaskan sedikitnya 15 orang dan memaksa lebih dari 50.000 warga mengungsi. (Foto: Tangkapan Layar @mariahildaas / X)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Kebakaran hutan melanda wilayah selatan Chili, menewaskan sedikitnya 15 orang dan memaksa lebih dari 50.000 warga mengungsi.

Wilayah terdampak utama berada di provinsi Nuble dan Biobio, sekitar 500 kilometer selatan Santiago, menurut keterangan Menteri Keamanan Luis Cordero, Senin (19/1).

Presiden Chili Gabriel Boric menyatakan keadaan darurat untuk wilayah Nuble dan Biobio melalui unggahan di platform media sosial X.

Baca Juga:

Keputusan ini memungkinkan keterlibatan angkatan bersenjata dalam operasi pemadaman api, yang terdorong oleh cuaca panas dan angin kencang di musim panas belahan bumi selatan.

"Kita menghadapi situasi yang rumit," ujar Menteri Dalam Negeri Alvaro Elizalde.

Petugas pemadam kebakaran lokal bekerja keras untuk menahan laju kobaran api, yang telah melanda hampir dua lusin titik kebakaran di seluruh negeri.

Menurut Alicia Cebrian, Direktur Layanan Nasional untuk Pencegahan dan Penanggulangan Bencana, sebagian besar evakuasi terjadi di kota Biobio, Penco, dan Lirquen — dengan populasi gabungan sekitar 60.000 jiwa.

Gambar yang disiarkan televisi lokal memperlihatkan kobaran api melahap kendaraan dan permukiman di kota-kota terdampak.

Kebakaran hutan di Chili bukan fenomena baru. Pada Februari 2024, serangkaian kebakaran di dekat kota Vina del Mar menewaskan 138 orang dan memengaruhi sekitar 16.000 warga.

Peristiwa terbaru ini menambah panjang daftar bencana alam yang menimpa wilayah selatan-tengah Chili.

Presiden Boric menegaskan bahwa seluruh sumber daya negara dikerahkan untuk menanggulangi bencana ini, termasuk dukungan dari militer, layanan darurat, dan relawan.

Fokus utama tetap pada penyelamatan warga terdampak dan mencegah perluasan kebakaran ke wilayah pemukiman lain.*

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru