Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
GAZA CITY – Rentetan serangan udara Israel kembali menghantam wilayah Jalur Gaza pada Sabtu (31/1/2026), menewaskan sedikitnya 11 orang dan melukai 20 lainnya.
Serangan terjadi saat gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat sejak Oktober 2025 masih berlaku.
Baca Juga:
Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, Munir al-Barsh, menyatakan korban tewas termasuk warga sipil yang berada di tenda pengungsian dan sebuah apartemen.
"Israel terus melakukan pelanggaran serius terhadap perjanjian gencatan senjata di tengah kekurangan pasokan medis, obat-obatan, dan peralatan medis yang parah," ujar Barsh.
Menurut laporan pemerintah Gaza, tujuh korban berasal dari satu keluarga di selatan Jalur Gaza, termasuk seorang anak dan seorang lansia.
Para korban luka segera dirawat di rumah sakit di Gaza City dan Khan Younis.Gencatan senjata yang memasuki fase kedua pada Januari 2026 seharusnya mencakup perlucutan senjata Hamas, penarikan bertahap pasukan Israel, serta pengerahan pasukan stabilisasi internasional.
Namun, Israel dan Hamas terus saling menuduh melanggar kesepakatan tersebut.Selama gencatan senjata berlangsung, data Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sedikitnya 509 orang tewas.
Hampir seluruh penduduk Gaza pernah mengungsi, dan ratusan ribu masih tinggal di tenda atau tempat penampungan sementara.
Konflik dua tahun terakhir telah menewaskan lebih dari 71.769 orang di wilayah kantong Palestina, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza yang diakui PBB.
Serangan terbaru ini menambah catatan panjang penderitaan warga Gaza, yang sebelumnya sudah menghadapi blokade, kekurangan kebutuhan dasar, dan kerusakan infrastruktur parah akibat konflik yang berkepanjangan.*
(d/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.