BREAKING NEWS
Selasa, 09 Juni 2026

Serangan AS-Israel ke Iran Dinilai Ujian Kredibilitas Dewan Perdamaian

Adelia Syafitri - Minggu, 01 Maret 2026 08:51 WIB
Serangan AS-Israel ke Iran Dinilai Ujian Kredibilitas Dewan Perdamaian
Presiden Prabowo Subianto mendapat apresiasi Presiden AS Donald Trump atas kepemimpinan dan kontribusi aktif Indonesia dalam mendorong perdamaian global di Board of Peace, Washington D.C., 19 Februari 2026. (Foto: BPMI Setpres/Cahyo)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Pakar hubungan internasional Universitas Paramadina, Ahmad Khoirul Umam, menilai serangan Amerika Serikat bersama Israel ke Iran menjadi ujian serius bagi kredibilitas Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.

"Serangan terhadap Iran ini mempertajam kontradiksi antara retorika stabilitas dan praktik militer di lapangan, sekaligus menguji kredibilitas narasi perdamaian melalui BoP," ujar Ahmad dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (1/3/2026).

Ahmad menekankan, konflik ini juga menjadi momentum bagi negara-negara Islam yang relatif independen, seperti Turki dan Indonesia, untuk merefleksikan kembali kerja sama mereka dengan BoP.

Baca Juga:

Ia menambahkan, seluruh kekuatan dunia perlu mendorong deeskalasi agar konflik tidak meluas.

"Upaya AS-Israel yang seolah menetralisasi Iran bukan sekadar menaklukkan satu negara, tetapi bagian dari proyek rekayasa ulang keseimbangan kekuatan di Timur Tengah," kata Ahmad.

Ia mengingatkan, jika dunia menormalisasi kondisi ini, serangan serupa bisa menyasar wilayah lain, termasuk Greenland, Kanada, Eropa, dan Amerika Latin.

Serangan pertama AS bersama Israel terjadi pada 28 Februari 2026, menargetkan beberapa lokasi di Teheran dekat kediaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Iran merespons dengan peluncuran roket ke wilayah Israel, serta target di Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain.

Sementara itu, Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan kesiapan untuk menempuh jalur diplomasi ke Iran guna memfasilitasi dialog, demi terciptanya kondisi keamanan yang kondusif di kawasan Timur Tengah.

Konflik ini menunjukkan bagaimana retorika perdamaian dan aksi militer terkadang berjalan di jalur berbeda, sekaligus menegaskan peran penting diplomasi global untuk meredam eskalasi konflik berskala internasional.*

(an/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Balas Dendam! Iran Tutup Selat Hormuz, Kapal Apa Pun Dilarang Melintas
Klaim Kontradiktif: Trump Sebut Khamenei Tewas, Iran Laporkan Pemimpin Masih Hidup
Serangan Gabungan AS-Israel di Iran Menewaskan Dua Pejabat Tinggi Militer
Prabowo Siap Jadi Mediator Konflik Israel-Iran, GREAT Institute Sambut Positif
Serangan Amerika-Israel ke Iran Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia
Timur Tengah Lumpuh, Delapan Negara Hentikan Penerbangan Akibat Konflik Iran-AS-Israel
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru