Kabar ini pertama kali disampaikan oleh pejabat Israel dan Presiden AS Donald Trump, kemudian dikonfirmasi oleh media pemerintah Iran yang menyebut sang pemimpin telah mencapai "martirisme".
Menurut pernyataan yang beredar, serangan itu menargetkan kompleks kediaman Khamenei di Teheran sebagai bagian dari operasi militer berskala luas yang juga mengenai fasilitas militer dan pertahanan negara tersebut.
Pemerintah Iran sempat membantah klaim terdahulu terkait nasib Khamenei.Serangan itu merupakan titik eskalasi signifikan dalam konflik antara AS–Israel dan Iran, memicu serangan balasan dari Iran terhadap sejumlah target yang dianggap menampung pasukan AS di kawasan Teluk.
Politisi Israel menyebut operasi tersebut telah menyingkap sejumlah bukti bahwa Khamenei sudah tidak lagi berada di posisi hidup, meskipun klaim ini terus dipertanyakan oleh beberapa pengamat internasional.
Kepergian Khamenei — jika benar — menjadi babak baru dalam sejarah politik Iran, di mana sosoknya telah menjadi lambang kekuasaan sejak 1989.
Dampaknya diprediksi akan mengguncang stabilitas domestik Iran serta menimbulkan gelombang reaksi di seluruh kawasan.*
(d/dh)
Editor
: Dharma
Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel, Iran Umumkan 40 Hari Berkabung