BREAKING NEWS
Selasa, 07 Juli 2026

40 Negara Bentuk Koalisi Tanpa AS untuk Membuka Selat Hormuz

Adelia Syafitri - Jumat, 03 April 2026 08:27 WIB
40 Negara Bentuk Koalisi Tanpa AS untuk Membuka Selat Hormuz
Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper (tengah) berbicara selama KTT virtual di Kantor Luar Negeri dan Persemakmuran di London pada hari Kamis, dengan sekitar 35 negara untuk membahas cara-cara membuka kembali Selat Hormuz. (Foto: AP/UNB)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

LONDON – Sekitar 40 negara mulai membentuk koalisi internasional untuk mencari solusi membuka kembali Selat Hormuz yang diblokade Iran, jalur vital perdagangan minyak dunia.

Inisiatif ini dilakukan tanpa keterlibatan Amerika Serikat, setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa negara lain harus bertanggung jawab sendiri atas keamanan jalur tersebut.

Pertemuan virtual yang dipimpin Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, pada Kamis (2/4/2026), diikuti lebih dari 40 negara termasuk Perancis, Jerman, Kanada, Uni Emirat Arab, dan India.

Baca Juga:

Dalam pembukaan rapat, Cooper menekankan bahwa blokade Iran berdampak luas terhadap ekonomi global. "Tindakan ceroboh Iran dalam memblokade jalur ini berdampak pada rumah tangga dan bisnis di seluruh dunia," ujarnya.

Strategi Koalisi

Koalisi internasional ini membahas berbagai langkah mulai dari tekanan diplomatik hingga sanksi ekonomi, dengan opsi militer seperti pembersihan ranjau laut dan pengawalan kapal komersial baru dipertimbangkan setelah kondisi mereda.

Juru bicara militer Perancis, Guillaume Vernet, menekankan pentingnya koordinasi angkatan laut dan udara serta berbagi intelijen antarnegara.

Meski begitu, hingga pertemuan pertama belum ada kesepakatan konkret yang dicapai. Koalisi menegaskan bahwa prioritas saat ini adalah mobilisasi instrumen diplomatik dan ekonomi untuk memastikan jalur kembali terbuka secara aman dan berkelanjutan.

Dampak Global

Blokade Selat Hormuz, jalur yang dilewati sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, telah memicu lonjakan harga energi global.

Cooper menekankan dampaknya terasa luas, termasuk harga bensin dan suku bunga hipotek di Inggris, bahan bakar jet di seluruh dunia, pupuk untuk Afrika, dan gas untuk Asia. Beberapa negara juga mendorong pembentukan koridor kemanusiaan untuk memastikan distribusi pasokan penting tetap berjalan.

AS Dorong Negara Lain Ambil Tindakan

Presiden Donald Trump menegaskan bahwa keamanan Selat Hormuz bukan tanggung jawab AS. "Negara-negara yang menerima minyak melalui Selat Hormuz harus mengurus jalur itu sendiri," ujarnya, menekankan perlunya negara-negara menunjukkan "keberanian yang tertunda" untuk mengamankan jalur.

Sikap Eropa

Sejumlah pemimpin Eropa, termasuk Presiden Perancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, menolak opsi militer langsung.

Mereka menilai pendekatan militer berisiko tinggi dan membutuhkan waktu lama, serta menegaskan bahwa keberhasilan koalisi sangat bergantung pada negosiasi diplomatik dengan Iran.*

(k/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bupati Simalungun Resmi Buka MTQN Ke-23 Bandar Masilam, Dorong Generasi Qur’ani dan Berakhlak Mulia di Tengah Masyarakat
Bupati Batu Bara Resmi Buka Pesta Tapai 2026 di Desa Dahari Selebar
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru