Pleidoi Nadiem Makarim: Chromebook Hemat Rp3,9 Triliun, Mengapa Saya Justru Dituntut?
JAKARTA Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menyebut kebijakan pengadaan laptop
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA – IRAN kembali mengancam akan menutup Selat Hormuz apabila Amerika Serikat (AS) melanjutkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan milik Teheran. Ancaman ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik yang melibatkan jalur energi strategis dunia tersebut.
Pemerintah Iran menegaskan kembali sikap kerasnya terhadap Amerika Serikat dengan menyatakan kemungkinan penutupan Selat Hormuz jika blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran terus dilakukan. Jalur perairan strategis itu sebelumnya sempat dibuka kembali usai kesepakatan gencatan senjata di Lebanon.
Selat Hormuz diketahui merupakan jalur vital perdagangan energi global, yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak mentah dan gas alam cair dunia.Baca Juga:
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa akses melalui selat tersebut tidak bisa dipisahkan dari kepentingan kedaulatan Iran.
"Dengan berlanjutnya blokade, Selat Hormuz tidak akan tetap terbuka," tulis Ghalibaf dalam unggahan di platform X, Sabtu (18/4/2026), seperti dilaporkan AFP.
Ia menambahkan bahwa pengaturan lalu lintas di selat tersebut berada dalam kendali penuh Iran, bukan sekadar wacana di ruang digital.
"Pembukaan dan penutupan Selat Hormuz tidak terjadi di internet, tetapi ditentukan di lapangan, dan angkatan bersenjata kami tahu bagaimana harus bertindak," tegasnya.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, memperingatkan bahwa setiap tindakan blokade laut oleh AS akan dibalas dengan respons tegas dari Teheran.
"Apa yang mereka sebut blokade angkatan laut adalah pelanggaran gencatan senjata dan akan dibalas dengan tindakan yang diperlukan," ujarnya.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut adanya peluang kesepakatan damai dengan Iran yang disebut semakin dekat. Trump bahkan mengklaim Iran bersedia menyerahkan sebagian persediaan uranium yang diperkaya, meski klaim tersebut dibantah oleh pihak Teheran.
Iran menegaskan bahwa persediaan uranium mereka tidak akan dipindahkan ke pihak lain, sekaligus membantah adanya kesepakatan seperti yang disebutkan Washington.
Ketegangan ini kembali memicu kekhawatiran global, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi paling penting di dunia dan menjadi titik sensitif dalam konflik geopolitik kawasan Timur Tengah.*
JAKARTA Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menyebut kebijakan pengadaan laptop
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Sidang lanjutan kasus dugaan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, kembali digelar di Pengadilan Militer
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman merespons kritik mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal ter
POLITIK
JAKARTA Momen keakraban Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke5 RI Megawati Soekarnoputri saat peringatan Hari Lahir Pancasila menja
POLITIK
MEDAN Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadyah (PWM) Sumut, menggelar koordinasi pendampingan dan pemberdayaan p
PERTANIAN AGRIBISNIS
JAKARTA Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (2/6/2026). Mata uang Gar
EKONOMI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 111 Jakarta, Selasa (2/6/2026). Dalam
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas menegaskan pentingnya percepatan transformasi digital di berbagai sek
EKONOMI
JAKARTA Diaspora Muda Nusantara menilai diplomasi internasional yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto selama 1,5 tahun terakhir telah
POLITIK
JAKARTA Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menyatakan dirinya bukan pemim
HUKUM DAN KRIMINAL