BREAKING NEWS
Selasa, 23 Juni 2026

Heboh di Jerman! Artikel Opini Ditulis dengan AI, Media Tarik Publikasi

Dharma - Senin, 22 Juni 2026 17:51 WIB
Heboh di Jerman! Artikel Opini Ditulis dengan AI, Media Tarik Publikasi
Stephan-Andreas Casdorff. (foto: wikimedia)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BERLIN – Penggunaan kecerdasan buatan (AI) kembali memicu perdebatan besar di dunia jurnalisme Jerman setelah surat kabar Tagesspiegel menarik sementara sejumlah artikel opini yang ditulis salah satu kolumnisnya, Stephan-Andreas Casdorff, karena diketahui menggunakan AI dalam penyusunannya.

Redaksi Tagesspiegel menyebut AI hanya sebagai alat bantu, bukan pengganti kerja inti jurnalistik.

Sikap itu disampaikan untuk meredam kontroversi yang berkembang di kalangan media dan publik.

Baca Juga:

"Bagi ruang redaksi kami, AI adalah alat yang membantu kami menyederhanakan sekaligus meningkatkan beberapa langkah dalam proses editorial. Namun, AI jelas bukan alat yang diizinkan untuk mengambil alih inti pekerjaan kami."

Langkah penarikan artikel dilakukan setelah Casdorff, mantan pemimpin redaksi dan penerbit surat kabar tersebut, mengakui bahwa ia menggunakan AI dalam penulisan opini tanpa mengungkapkannya kepada redaksi maupun pembaca.

Pria berusia 67 tahun itu menyampaikan permintaan maaf terbuka.

"Saya telah melakukan kesalahan besar, merusak reputasi publikasi ini dan reputasi saya sendiri," kata Casdorff.

"Untuk itu, saya menyampaikan permohonan maaf yang tulus. Saya menggunakan AI dalam teks-teks tersebut. Seharusnya saya mengungkapkan hal itu, dan karena itu, saya tidak membiarkan artikel-artikel tersebut diterbitkan."

Redaksi Tagesspiegel kemudian menghapus sejumlah artikel dari laman mereka sambil menunggu hasil pemeriksaan internal lebih lanjut.

Kasus ini memperkuat perdebatan yang sudah berlangsung lama di dunia media Jerman mengenai batas penggunaan AI dalam jurnalisme, terutama untuk konten opini.

Beberapa hari sebelumnya, media Frankfurter Allgemeine Zeitung (FAZ) juga menghadapi situasi serupa setelah diketahui bahwa sebuah artikel opini yang ditulis Perdana Menteri Negara Bagian Thüringen, Mario Voigt, dibuat dengan bantuan AI.

Menurut peneliti media Universitas Leipzig, Vera Katzenberger, kasus seperti ini menyentuh inti persoalan jurnalisme.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Kejari Jaksel!
Harga Cabai Merah di Sumut Naik! Nias Selatan dan Nias Utara Tembus Rp 60 Ribu per Kg
Bos Blueray Cargo Group Dituntut 3 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Rp63 Miliar ke Pejabat Bea Cukai, Jaksa: Sopan di Persidangan Jadi Pertimbangan
Perjalanan Pulang Haji Aceh Berduka, Jamaah Kloter 7 Wafat di Dalam Pesawat
Ketika Damai Ditolak: Roy Suryo–Tifa Memilih Arena Pengadilan untuk Uji Pembuktian
PT PMM Kritik Penanganan Kasus Ilmenit, Poltak: Hukum Harus Tegak dan Beri Kepastian
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru