Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Peneliti media menilai penggunaan AI kini semakin sulit dibedakan antara sekadar alat bantu dan sebagai "penulis" utama, sehingga diperlukan aturan yang lebih jelas di ruang redaksi.
"Batas antara dukungan AI yang sah dan kepengarangan AI yang wajib diungkapkan semakin kabur," kata Katzenberger.
Ia menekankan pentingnya pelatihan dan transparansi agar jurnalis tetap memahami bahwa AI hanyalah alat bantu, bukan pengganti proses berpikir kritis dalam jurnalistik.
"Selalu ada risiko bahwa perkembangan profesional mereka akan terabaikan jika AI berpikir untuk mereka."
Meski demikian, ia menilai media tidak bisa menghindari kehadiran teknologi ini.
"AI akan tetap ada," katanya.* (d/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.