BREAKING NEWS
Kamis, 27 Agustus 2026

Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 165 Orang, Kondisi 45 WNI Dipantau Kemlu

Dharma - Kamis, 27 Agustus 2026 10:50 WIB
Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 165 Orang, Kondisi 45 WNI Dipantau Kemlu
Banjir bandang di perbatasan Nepal-Tibet. (foto: @ravipandey2643/x)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memantau kondisi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah Nepal, terutama mereka yang berada di sekitar lokasi banjir bandang di perbatasan Nepal-Tibet.

Hingga Kamis, 27 Agustus 2026, Kemlu menyatakan belum menerima laporan mengenai WNI yang terdampak bencana tersebut.

Pemantauan dilakukan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Dhaka dan KBRI Beijing melalui koordinasi dengan komunitas WNI serta Konsulat Kehormatan Republik Indonesia (Konhor RI) di Kathmandu.

Baca Juga:

"KBRI Dhaka dan KBRI Beijing terus memantau kondisi WNI melalui koordinasi dengan jejaring komunitas WNI serta Konhor RI di Kathmandu," kata Kemlu kepada wartawan, Kamis (27/8/2026).

Kemlu mencatat terdapat sekitar 45 WNI di Nepal. Sebagian besar di antaranya berdomisili di Kathmandu dan bekerja di sektor perhotelan.

KBRI Dhaka memberikan perhatian khusus kepada WNI yang berada di Nepal sebagai wisatawan, terutama mereka yang melakukan kegiatan pendakian.

Kemlu juga meminta agen perjalanan yang membawa wisatawan Indonesia ke Nepal untuk segera melaporkan keberadaan dan kondisi para WNI, khususnya mereka yang sedang melakukan perjalanan atau pendakian.

"Untuk mendukung pemantauan dan langkah pelindungan, KBRI Dhaka mengimbau agen perjalanan yang memberangkatkan WNI ke Nepal untuk segera menyampaikan informasi mengenai keberadaan dan kondisi WNI, terutama yang sedang melakukan perjalanan/ pendakian," katanya.

KBRI Beijing dan KBRI Dhaka mengimbau seluruh WNI di wilayah terdampak dan sekitarnya untuk meningkatkan kewaspadaan.

WNI juga diminta mengikuti arahan otoritas setempat dan menghindari wilayah yang terdampak bencana.

Kemlu meminta WNI memantau perkembangan situasi melalui sumber informasi resmi agar mendapatkan informasi yang akurat.

KBRI Beijing dan KBRI Dhaka akan terus memantau perkembangan situasi serta menjaga komunikasi dengan komunitas WNI di wilayah tersebut.

Dalam kondisi darurat, WNI di Nepal dapat menghubungi Hotline KBRI Dhaka melalui +880 161-4444-552.

Sementara WNI yang berada di Republik Rakyat Tiongkok dapat menghubungi Hotline KBRI Beijing melalui +8618610455488 melalui WeChat, telepon, atau SMS.

Banjir bandang dahsyat sebelumnya menerjang wilayah perbatasan Nepal dengan Tibet.

Jumlah korban tewas dilaporkan mencapai 165 orang, sementara tim penyelamat masih melakukan pencarian terhadap warga yang hilang.

Rekaman video pengawas dari sisi perbatasan Tiongkok memperlihatkan derasnya aliran lumpur dan puing yang menghantam bangunan bertingkat pada Rabu pagi.

Sejumlah orang terlihat berusaha menyelamatkan diri ketika arus deras menerjang kawasan tersebut.

Arus banjir juga dilaporkan menyapu sejumlah kendaraan yang berada di lokasi.

Banyak korban yang masih dinyatakan hilang disebut merupakan wisatawan asing.

Berdasarkan informasi Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), bencana tersebut diduga dipicu runtuhnya gletser yang kemudian menyebabkan aliran material dan puing dalam jumlah besar.

Di tengah proses pencarian korban, pemerintah Indonesia terus memantau kondisi WNI di Nepal dan meminta seluruh warga Indonesia di kawasan tersebut meningkatkan kewaspadaan.* (d/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bobby Nasution Heran Bantuan Rumah Korban Puting Beliung Medan Johor Diributkan: Ribet Amat!
Prabowo: Dunia Ini Milik Orang yang Berani, Jangan Pernah Menyerah!
Menkeu Purbaya Siapkan Anggaran Tangani Karhutla Kalimantan: Asal Jangan Di-mark Up!
Prabowo: Indonesia Paling Ahli Hadapi Gempa dan Letusan Gunung Berapi
Ancaman Cuaca Ekstrem, BPBD Simalungun Minta Kecamatan hingga Nagori Waspadai Banjir dan Longsor
Prabowo Bertolak ke NTT, Pastikan Bantuan dan Layanan Kesehatan Korban Gempa Terpenuhi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru