Bupati Asahan Sambut Kepulangan 240 Jamaah Haji, Satu Masih Dirawat di Makkah
ASAHAN Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyambut kepulangan jamaah haji a
PEMERINTAHAN
BITVONLINE.COM -Dalam kehidupan sehari-hari, kebiasaan membersihkan diri setelah buang air besar bisa sangat berbeda di berbagai belahan dunia. Salah satu perbedaan paling mencolok adalah soal metode "cebok".
Jika masyarakat Indonesia dan banyak negara Asia lainnya menggunakan air, lain halnya dengan orang-orang di negara Barat yang lebih memilih tisu toilet. Apa alasan di balik perbedaan budaya ini?
Secara historis, penggunaan tisu toilet di negara-negara Barat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan kebiasaan sosial. Tisu toilet pertama kali diproduksi massal di Amerika Serikat pada pertengahan abad ke-19.
Seiring dengan meningkatnya akses air bersih dan modernisasi sistem sanitasi, tisu menjadi solusi praktis dan dianggap higienis oleh masyarakat Barat pada masa itu.
Selain itu, faktor iklim dan budaya juga turut memengaruhi. Di negara-negara dengan iklim dingin, penggunaan air dingin untuk membersihkan diri dianggap tidak nyaman.
Sementara itu, penggunaan bidet – perangkat pembersih dengan air – meskipun cukup umum di beberapa negara Eropa seperti Prancis dan Italia, tetap belum menjadi standar di banyak rumah tangga.
Dari sisi kebersihan, sejumlah penelitian justru menunjukkan bahwa air lebih efektif untuk membersihkan area intim dibandingkan tisu. Namun, kebiasaan dan persepsi kenyamanan tetap menjadi faktor utama yang membuat metode ini terus dipertahankan di Barat.
Belakangan ini, kesadaran lingkungan juga memicu perdebatan baru. Tisu toilet sekali pakai menyumbang limbah yang tidak sedikit. Hal ini mendorong sebagian masyarakat Barat mulai beralih ke bidet modern atau alat semprot serupa yang terinspirasi dari budaya Asia.
Dengan perbedaan budaya dan kebiasaan yang ada, cara "cebok" tetap menjadi pilihan pribadi yang dibentuk oleh faktor historis, geografis, dan budaya. Namun, tren global menunjukkan bahwa kebiasaan ini bisa berubah seiring waktu.*
ASAHAN Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyambut kepulangan jamaah haji a
PEMERINTAHAN
MEDAN Wakil Bupati Asahan, Rianto, menyambut kepulangan jamaah haji Kabupaten Asahan yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 7 di
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak para pelajar untuk berani melaporkan segala bentuk pelecehan seksual yang terjad
PEMERINTAHAN
DELI SERDANG Pelatih Timnas Thailand U19 dan Timnas Kamboja U19 samasama menunjukkan optimisme menjelang pertandingan AFF U19 Boys C
OLAHRAGA
MEDAN Gangguan distribusi air bersih yang dialami pelanggan Perumda Tirtanadi dalam beberapa hari terakhir mendapat sorotan dari Lembaga
PERISTIWA
DELI SERDANG Pelatih Timnas Indonesia U19, Nova Arianto, menyatakan optimistis menghadapi Australia dalam lanjutan ASEAN U19 Boys Cham
OLAHRAGA
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution bersama Kementerian Hukum meresmikan 6.110 Pos Bantuan Hukum (Posbankum) yang
HUKUM DAN KRIMINAL
DAIRI Satuan Reserse Kriminal Polres Dairi mengungkap fakta di balik kasus dugaan pembegalan yang sempat viral di Kabupaten Dairi, Sumat
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Sebanyak 45 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatera Utara dilaporkan tida
PERISTIWA
JAKARTA Polemik penghentian operasional sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akibat dana Badan Gizi Nasional (BGN) yang belum
PEMERINTAHAN