Pemerintah Tambah Likuiditas Rp100 Triliun, Dorong Perbankan Salurkan Kredit ke Sektor Produktif
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menambah penempatan dana pemerintah di perbankan sebesar Rp100 triliun. Langkah ini
EKONOMI
BITVONLINE.COM - Duduk terlalu lama kini tak hanya identik dengan gaya hidup pasif, namun juga dapat mempercepat datangnya penyakit jantung mematikan.
Menurut laporan terbaru yang diterbitkan oleh jurnal Circulation: Cardiovascular Quality and Outcomes, kebiasaan duduk berjam-jam tanpa jeda bisa meningkatkan risiko serangan jantung, bahkan bagi mereka yang sebelumnya sudah pernah terserang.
Ahli fisiologi olahraga Keith Diaz, dalam keterangannya kepada Medical News Today, mengungkapkan bahwa duduk lama menurunkan sirkulasi darah, menaikkan tekanan darah, dan mendorong penumpukan lemak tubuh—faktor utama pemicu serangan jantung.
"Studi kami menemukan bahwa pasien yang banyak duduk setelah serangan jantung, walaupun sudah rutin berolahraga, tetap memiliki risiko lebih tinggi terkena serangan jantung ulang atau bahkan kematian dalam satu tahun," kata Diaz.
Lebih jauh, studi itu juga menunjukkan bahwa mengganti waktu duduk selama 30 menit sehari dengan aktivitas fisik ringan bisa menurunkan risiko hingga 50%, dan bila diganti dengan aktivitas sedang hingga berat, risikonya turun hingga 61%.
Bahkan, mengganti duduk dengan 30 menit tidur tambahan pun terbukti menurunkan risiko sebesar 14%, karena tidur juga membantu proses pemulihan jantung dan tubuh secara keseluruhan.
Sebagai langkah pencegahan, para ahli merekomendasikan perubahan gaya hidup:
Kurangi waktu duduk
Lakukan olahraga ringan 30 menit per hari
Tidur cukup
Kelola tekanan darah dan kolesterol
Berhenti merokok dan perbaiki pola makan
"Melakukan sesuatu lebih baik daripada tidak melakukan apa pun. Bahkan langkah kecil seperti bangkit dari kursi dan berjalan kaki sebentar sangat berarti bagi jantung," tegas Diaz.
Jadi, bagi Anda yang terlalu lama duduk di kantor atau di rumah, mulai hari ini, ubahlah kebiasaan itu sebelum terlambat!
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menambah penempatan dana pemerintah di perbankan sebesar Rp100 triliun. Langkah ini
EKONOMI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Menteri Keamanan Negara China, Chen Yi Xin, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (27/3/2026
POLITIK
JAKARTA Belakangan ini, sejumlah terdakwa kasus korupsi ramairamai mengajukan permohonan menjadi tahanan rumah, menyusul keputusan Komi
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Semangat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Medan untuk naik kelas mulai terlihat, seiring dorongan program pr
EKONOMI
MEDAN Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan komitmennya untuk menjadikan UMKM sebagai sektor prioritas di Kota Medan. Da
EKONOMI
MEDAN Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan komitmen Pemko Medan menjadikan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMK
EKONOMI
JAKARTA Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, tiba di Jakarta, Jumat (27/3/2026) sore, untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Pre
POLITIK
JAKARTA Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya memeriksa RE, istri dokter Richard Lee (DRL), Jumat (27/3/2026), sebagai bagian dari upa
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan bahwa rencana pemerintah pusat untuk membatasi belanja pegawai maksimal 30 p
PEMERINTAHAN
Oleh Yakub F. IsmailPROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto semenjak masa kampanye kini menjadi salah sat
OPINI