Polisi Tangkap Kepala SPPG Lampung Timur atas Dugaan Penculikan dan Pencabulan Siswi SD
LAMPUNG TIMUR Kepolisian menangkap seorang pria berinisial DD (29) yang diduga menculik dan mencabuli seorang siswi sekolah dasar berusi
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA – Berbincang dengan chatbot berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) seperti ChatGPT kini menjadi fenomena yang populer, khususnya di kalangan generasi muda.
Banyak yang menjadikan AI sebagai teman bercerita hingga tempat mencurahkan perasaan.
Namun, apakah kebiasaan ini sehat secara psikologis?
Psikolog klinis Ghina Sakinah Safari menjelaskan bahwa penggunaan chatbot AI untuk curhat sejatinya masih bisa dianggap wajar dan sehat, selama digunakan dalam batas tertentu.
"Chatbot masih bisa menjadi alat bantu, misalnya untuk eksplorasi awal emosi, menulis jurnal pribadi, atau berpikir reflektif sebelum mencari bantuan profesional," ujar Ghina.
Namun demikian, Ghina menegaskan pentingnya memperhatikan frekuensi dan tujuan dari curhat tersebut.
Bila seseorang mulai merasa lebih nyaman berbagi kepada AI ketimbang manusia di sekitarnya, seperti keluarga atau tenaga profesional, maka kondisi itu patut diwaspadai.
"Ketika seseorang menghindari interaksi sosial dan mulai merasa chatbot adalah satu-satunya yang memahami, bahkan mengalami distress jika tidak mendapat respons dari bot, maka ini sudah tidak sehat. Ini bisa menjadi tanda isolasi emosional," tambahnya.
Menurutnya, hal ini berpotensi memunculkan ilusi relasi, yaitu anggapan bahwa chatbot adalah teman sejati yang memahami sepenuhnya.
Padahal, chatbot tidak memiliki empati, pengalaman emosional, maupun kemampuan diagnosis yang diperlukan untuk menangani masalah psikologis secara menyeluruh.
Ghina juga mengingatkan bahwa chatbot tidak dapat menggantikan peran psikolog atau psikiater.
"Untuk isu kesehatan mental yang serius, tetap perlu konsultasi langsung dengan profesional yang kompeten," katanya.
Selain itu, pengguna juga diimbau untuk bijak dalam membagikan informasi pribadi saat menggunakan layanan chatbot AI. Meskipun ChatGPT, misalnya, tidak menyimpan data pengguna secara personal, namun berbagi informasi sensitif tetap berisiko bila tidak disikapi secara hati-hati.
Tren ini menunjukkan pentingnya literasi digital dan kesehatan mental berjalan beriringan.
Teknologi memang bisa menjadi alat bantu, namun tidak boleh menggantikan peran hubungan antarmanusia yang sejati.*
(d/a008)
LAMPUNG TIMUR Kepolisian menangkap seorang pria berinisial DD (29) yang diduga menculik dan mencabuli seorang siswi sekolah dasar berusi
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri memblokir 40 rekening yang digunakan sebagai penampungan transaks
HUKUM DAN KRIMINAL
PYONGYANG Korea Utara (Korut) menggelar uji coba kapal perang yang melibatkan peluncuran rudal jelajah, diawasi langsung oleh pemimpin n
INTERNASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Menyambut Idul Fitri 1447 H, Polres Padangsidimpuan bersama jajaran Forkopimda menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektora
NASIONAL
PADANG SIDEMPUAN Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, memastikan pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Padang Sidempuan ditargetkan sele
PENDIDIKAN
BATUBARA Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Labuhan Ruku menerima kunjungan silaturahmi dari Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) K
PEMERINTAHAN
BATU BARA, SUMATERA UTARA Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batu Bara kembali menjadi sorotan awak media. Program yang sej
KESEHATAN
JAKARTA Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri menegaskan perlunya keterlibatan sektor perbankan dalam upaya pem
HUKUM DAN KRIMINAL
MANDAILING NATAL Tim gabungan TNI melakukan penertiban terhadap aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Lingga Bayu, Kecama
HUKUM DAN KRIMINAL
DENPASAR Personel Polsek Denpasar Selatan menindaklanjuti laporan masyarakat melalui layanan Call Center 110 terkait kecelakaan lalu lint
NASIONAL