PLTS 100 GW Dibangun Bertahap, Pemerintah Targetkan Rampung 2029
JAKARTA Pemerintah menyiapkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS berkapasitas total 100 gigawatt peak (GWp) secara be
EKONOMI
JAKARTA – Berbincang dengan chatbot berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) seperti ChatGPT kini menjadi fenomena yang populer, khususnya di kalangan generasi muda.
Banyak yang menjadikan AI sebagai teman bercerita hingga tempat mencurahkan perasaan.
Namun, apakah kebiasaan ini sehat secara psikologis?
Psikolog klinis Ghina Sakinah Safari menjelaskan bahwa penggunaan chatbot AI untuk curhat sejatinya masih bisa dianggap wajar dan sehat, selama digunakan dalam batas tertentu.
"Chatbot masih bisa menjadi alat bantu, misalnya untuk eksplorasi awal emosi, menulis jurnal pribadi, atau berpikir reflektif sebelum mencari bantuan profesional," ujar Ghina.
Namun demikian, Ghina menegaskan pentingnya memperhatikan frekuensi dan tujuan dari curhat tersebut.
Bila seseorang mulai merasa lebih nyaman berbagi kepada AI ketimbang manusia di sekitarnya, seperti keluarga atau tenaga profesional, maka kondisi itu patut diwaspadai.
"Ketika seseorang menghindari interaksi sosial dan mulai merasa chatbot adalah satu-satunya yang memahami, bahkan mengalami distress jika tidak mendapat respons dari bot, maka ini sudah tidak sehat. Ini bisa menjadi tanda isolasi emosional," tambahnya.
Menurutnya, hal ini berpotensi memunculkan ilusi relasi, yaitu anggapan bahwa chatbot adalah teman sejati yang memahami sepenuhnya.
Padahal, chatbot tidak memiliki empati, pengalaman emosional, maupun kemampuan diagnosis yang diperlukan untuk menangani masalah psikologis secara menyeluruh.
Ghina juga mengingatkan bahwa chatbot tidak dapat menggantikan peran psikolog atau psikiater.
"Untuk isu kesehatan mental yang serius, tetap perlu konsultasi langsung dengan profesional yang kompeten," katanya.
Selain itu, pengguna juga diimbau untuk bijak dalam membagikan informasi pribadi saat menggunakan layanan chatbot AI. Meskipun ChatGPT, misalnya, tidak menyimpan data pengguna secara personal, namun berbagi informasi sensitif tetap berisiko bila tidak disikapi secara hati-hati.
Tren ini menunjukkan pentingnya literasi digital dan kesehatan mental berjalan beriringan.
Teknologi memang bisa menjadi alat bantu, namun tidak boleh menggantikan peran hubungan antarmanusia yang sejati.*
(d/a008)
JAKARTA Pemerintah menyiapkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS berkapasitas total 100 gigawatt peak (GWp) secara be
EKONOMI
TANJUNGBALAI Pemerintah Kota Tanjungbalai menerima bantuan 292 unit alat tangkap ikan jenis jaring insang dari Pemerintah Provinsi Sumat
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina menghadiri peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 bersama anakanak Se
PEMERINTAHAN
JAKARTA Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) meminta kepolisian berhatihati dalam menangani penundaan transaksi atau pemblokiran reke
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk atau Antam kembali menguat pada perdagangan Selasa, 25 Agustus 2026. Berdasarkan harga
EKONOMI
JAKARTA Nasi masih menjadi makanan pokok yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Namun, ketergantungan pada satu jenis panga
PERTANIAN AGRIBISNIS
JAKARTA Honor resmi memperkenalkan Honor Play 20A secara global sebagai ponsel kelas terjangkau. Smartphone ini membawa sejumlah fitur y
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman memastikan pembahasan Rancangan UndangUndang atau RUU Perampasan Aset akan dipercepat. DP
HUKUM DAN KRIMINAL
BANYUMAS DPC Partai Gerindra Kabupaten Banyumas menonaktifkan Adhi Wiharto dari struktur kepengurusan setelah Komisi Pemberantasan Korup
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara, memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel sebagai bagian dari upaya
PEMERINTAHAN