BREAKING NEWS
Sabtu, 21 Maret 2026

Kurang Tidur dan Stres Picu Kenaikan Berat Badan, Ini Penjelasan Ahli Nutrisi Herbalife

Raman Krisna - Senin, 08 September 2025 14:50 WIB
Kurang Tidur dan Stres Picu Kenaikan Berat Badan, Ini Penjelasan Ahli Nutrisi Herbalife
ilustrasi (foto : grid health)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Kurang tidur dan stres kronis tidak hanya mempengaruhi kondisi mental, tetapi juga berperan besar dalam memicu kenaikan berat badan pada orang dewasa.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Dewan Penasihat Nutrisi Herbalife, dr. Rocio Medina Badiano, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (8/9/2025).

"Kurang tidur dapat menyebabkan kenaikan berat badan dengan meningkatkan keinginan makan dan menurunkan tingkat energi. Stres kronis juga berdampak buruk pada kesejahteraan mental dan fisik sehingga lebih sulit menjaga berat badan yang sehat," jelas Rocio.

Menurutnya, stres yang berkepanjangan bisa memengaruhi hormon lapar, menurunkan motivasi untuk aktif bergerak, serta mengganggu kualitas tidur. Kombinasi ini meningkatkan risiko kenaikan berat badan serta berbagai penyakit terkait obesitas.

Pentingnya Nutrisi Seimbang dan Gaya Hidup Aktif

Rocio menekankan pentingnya menerapkan pola makan seimbang sebagai fondasi utama kesehatan. Ia merekomendasikan konsumsi:

Makanan utuh

Protein dan zat besi

Sayur dan buah berwarna-warni

Semua itu penting untuk mendukung energi, metabolisme tubuh, dan daya tahan tubuh (imunitas).

Tak kalah penting, hidrasi yang cukup juga harus diperhatikan. "Setidaknya delapan gelas air per hari, ditambah asupan buah dan sayuran yang kaya air, sangat penting," ujar Rocio.

Aktivitas Fisik dan Kualitas Tidur

Aktivitas fisik juga disebut memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan secara keseluruhan. Rocio menganjurkan olahraga minimal 150 menit per pekan untuk mendukung:

Kesehatan kardiovaskular

Metabolisme tubuh

Kesehatan tulang

Olahraga rutin terbukti mampu memperbaiki kualitas tidur, termasuk pada perempuan pascamenopause yang rentan mengalami gangguan tidur.

Selain itu, Rocio menyarankan penerapan kebiasaan tidur yang baik, seperti:

Menjaga jadwal tidur konsisten

Menghindari layar gadget sebelum tidur

Menciptakan lingkungan tidur yang tenang

Semua kebiasaan tersebut penting dalam mendukung pemulihan fisik dan pengaturan suasana hati (mood).

Perubahan Kecil, Dampak Besar

"Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten, baik dalam pola makan, hidrasi, olahraga, maupun tidur, dapat memberi dampak besar pada kesejahteraan perempuan dan masyarakat secara luas," tutup Rocio.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 oleh Kementerian Kesehatan, prevalensi kelebihan berat badan dan obesitas di Indonesia mencapai 37,8 persen, angka yang perlu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak.*

(at/j006)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru