IHSG Melemah! Ini Rekomendasi Saham Hari Ini
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak terbatas pada perdagangan Jumat, 27 Maret 2026, di tengah tekanan senti
EKONOMI
JAKARTA– Disabilitas tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik. Selain disabilitas fisik yang paling terlihat, ada pula disabilitas mental dan disabilitas intelektual yang memiliki dampak signifikan terhadap cara seseorang berpikir, merasakan, dan berinteraksi.
Pakar kesehatan dan pendidikan menekankan pentingnya pemahaman yang tepat terhadap kedua jenis disabilitas ini, karena seringkali disalahartikan atau tidak dikenali secara jelas.
Berbeda dengan disabilitas fisik, tanda-tanda disabilitas mental maupun intelektual tidak selalu tampak secara visual, namun memengaruhi kualitas hidup sehari-hari.Baca Juga:
Disabilitas intelektual adalah kondisi yang ditandai keterbatasan kemampuan intelektual dan adaptif. Kondisi ini memengaruhi cara seseorang belajar, memahami informasi, serta menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Penyandang disabilitas intelektual umumnya memiliki tingkat IQ di bawah rata-rata dan menghadapi kesulitan dalam komunikasi, interaksi sosial, serta penyesuaian diri.
Beberapa contoh kondisi ini antara lain Down Syndrome dan keterlambatan tumbuh kembang.
Menurut American Psychological Association (APA), disabilitas intelektual dikategorikan berdasarkan skor IQ:
- Ringan (Debil): IQ 55–70
- Sedang (Imbesil): IQ 40–55
- Berat: IQ 25–40
- Sangat Berat: IQ di bawah 25
Penyandang disabilitas intelektual memerlukan waktu lebih lama untuk belajar serta lingkungan yang tenang dan bebas tekanan agar dapat lebih fokus.
Dalam berinteraksi, penggunaan bahasa sederhana dan instruksi yang jelas sangat dianjurkan untuk mendukung proses adaptasi mereka.
Sementara itu, disabilitas mental berbeda dari disabilitas intelektual. Kondisi ini berkaitan dengan gangguan kesehatan mental yang memengaruhi emosi, pikiran, atau perilaku seseorang, seperti depresi berat, skizofrenia, dan gangguan bipolar.
Meskipun tidak selalu tampak secara fisik, disabilitas mental dapat membatasi kemampuan seseorang untuk menjalani aktivitas sehari-hari dan bersosialisasi.
Ahli pendidikan dan kesehatan menekankan bahwa pemahaman serta dukungan sosial yang tepat sangat penting agar penyandang disabilitas mental maupun intelektual dapat berkembang optimal.
Hal ini mencakup perlakuan yang sabar, lingkungan yang suportif, serta akses pendidikan dan terapi yang sesuai.
Dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat, diharapkan stigma terhadap penyandang disabilitas mental dan intelektual dapat berkurang, serta mereka mendapatkan hak dan kesempatan yang setara untuk berkembang.*
(lp/M/006)
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak terbatas pada perdagangan Jumat, 27 Maret 2026, di tengah tekanan senti
EKONOMI
DENPASAR Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) SIM Polresta Denpasar terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan mengedepan
NASIONAL
DENPASAR Unit Turjawali Samapta Polresta Denpasar menggelar patroli dialogis di sejumlah titik rawan, khususnya di kawasan Lapangan Reno
NASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Padangsidimpuan sigap menangani kemacetan akibat sebuah minibus yang mogo
PERISTIWA
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan mendadak ke permukiman warga di bantaran rel kawasan Senen, Jakarta Pusat. Dalam k
NASIONAL
JAKARTA Instagram dikabarkan tengah menguji fitur baru yang memungkinkan pengguna menonton Reels secara offline. Fitur ini disebutsebut
SAINS DAN TEKNOLOGI
OlehDr Devie Rahmawati, CICSMENGAPA negara harus menarik rem darurat digital untuk anak pada 28 Maret 2026? Kita sering mengira masalah ana
OPINI
JAKARTA Mengganti puasa Ramadan atau puasa qadha merupakan kewajiban bagi umat Islam yang memiliki utang puasa karena alasan tertentu. P
AGAMA
MEDANMeski sebagai pemerintah daerah, tentu saja tidak boleh bertindak sewenangwenang kepada rakyatnya. Dengan dalih peraturan daerah, l
PARIWISATA
JAKARTA Bank Mandiri kembali membuka program Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2026 bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Program
EKONOMI