Didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Labusel, M. Reza Pahlevi Nasution, Bupati Fery menindaklanjuti persoalan pembiayaan yang dihadapi keluarga pasien.
Khairul Anwar Rambe, ayah bayi, mengaku belum bisa membawa pulang anaknya karena keterbatasan biaya administrasi rumah sakit.
Dengan penuh empati, Bupati memastikan seluruh biaya yang belum tertangani dapat diselesaikan.
Ia menegaskan agar keluarga tidak lagi merasa terbebani, sehingga bayi dapat segera pulang dan dirawat bersama keluarga di rumah.
"Masalah biaya jangan lagi dipikirkan. Jika hari ini ingin pulang, silakan. Jika masih ingin dirawat, juga tidak masalah. Semoga anak ini tumbuh menjadi anak yang saleh dan berguna bagi banyak orang," ujar Bupati Fery.
Kepedulian tersebut menghadirkan haru bagi keluarga pasien. Khairul Anwar Rambe, warga Desa Asam Jawa yang sehari-hari bekerja serabutan, mengaku sangat bersyukur dan terharu atas perhatian langsung dari pimpinan daerah.
"Jujur saya sudah bingung harus berbuat apa. Terima kasih atas perhatian Bapak Bupati. Bantuan ini sangat berarti bagi kami," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Pelaksana Tugas Direktur RSUD Kotapinang, dr. Lisa Purba, menjelaskan bahwa pasien awalnya dirawat melalui jalur BPJS Kesehatan, namun kepesertaan keluarga menunggak cukup lama.
Pihak rumah sakit sempat mengupayakan skema Universal Health Coverage (UHC), namun masa perawatan telah melewati ketentuan yang ada.
"Seluruh kendala administrasi dan pembiayaan akhirnya dapat diselesaikan setelah mendapat perhatian langsung dari Bapak Bupati. Saat ini semuanya sudah tuntas," jelas dr. Lisa Purba.
Langkah cepat Bupati Fery menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan untuk memastikan pelayanan kesehatan berpihak kepada masyarakat, terutama warga yang membutuhkan.