BREAKING NEWS
Sabtu, 14 Februari 2026

Kamar Penuh, Pasien UHC Medan Ditolak Rawat Inap: DPRD Minta Evaluasi Rumah Sakit dan BPJS

Dharma - Selasa, 03 Februari 2026 19:37 WIB
Kamar Penuh, Pasien UHC Medan Ditolak Rawat Inap: DPRD Minta Evaluasi Rumah Sakit dan BPJS
Ruang rawat inap RS Siloam. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Komisi II DPRD Kota Medan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Kesehatan (Dinkes), BPJS Kesehatan, dan direksi sejumlah rumah sakit di Kota Medan terkait pelaksanaan program Universal Health Coverage (UHC) Pemko Medan, Selasa (3/2/2026).

RDP digelar menyusul keluhan masyarakat yang sering ditolak saat rawat inap di rumah sakit provider BPJS Kesehatan, meski Pemko Medan mengalokasikan anggaran lebih dari Rp200 miliar per tahun untuk program UHC.

"Padahal setiap tahunnya Pemko Medan mengeluarkan anggaran besar untuk UHC. Tapi masyarakat sering diberi alasan kamar penuh saat rawat inap. Miris melihat kondisi ini," ujar Anggota Komisi II DPRD Medan, Afif Abdillah.

Baca Juga:

Afif menekankan, jika kamar kelas III penuh, pasien harus dititipkan ke kamar kelas II, dan bila kelas II penuh, titipkan ke kelas I.

Tidak ada alasan untuk menolak pasien UHC dengan dalih kamar penuh. DPRD mendesak BPJS Kesehatan untuk mengevaluasi rumah sakit yang masih menolak pasien.

Selain itu, Afif juga menyoroti rumah sakit yang memulangkan pasien sebelum sembuh.

"Masih banyak pasien dipulangkan meski kondisinya belum layak. Alasannya sudah dirawat tiga hari, padahal tidak ada aturan seperti itu," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan BPJS Kesehatan Kota Medan, Ikhwal Maulana, menegaskan ketentuan pasien dapat dititipkan ke kamar kelas yang lebih tinggi jika kamar kelas III penuh.

Ia juga memastikan tidak ada batasan durasi rawat inap, selama dokter menilai pasien masih membutuhkan perawatan.

Sementara itu, Plt Kadis Kesehatan Kota Medan, dr Surya Syahputra Pulungan, menyatakan Pemko Medan terus memperbaiki sistem pelayanan kesehatan.

"Tentunya masih banyak kekurangan, program UHC ini akan terus kita benahi dan maksimalkan," ujarnya.

RDP ini dihadiri sejumlah rumah sakit di Kota Medan, antara lain RS Siloam, RS Regina Maris, RS Elisabeth, RS Martha Friska, RS Bunda Thamrin, RS Muhammadiyah, RS Tere Margareth, RS Advent, RS Wulan Windy, RS Bina Kasih, RS Mitra Sejati, RS Royal Prima, RS Malahayati, RS Murni Teguh, dan beberapa rumah sakit lainnya.*

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
BNN Bongkar Jaringan Narkoba Aceh–Medan, 200 Kg Ganja Disita
Tragedi Pagi di Medan: Tukang Jamu Tewas Tabrak Pohon Saat Antar Anak ke Sekolah
Polsek Medan Baru Lumpuhkan Kaki Pelaku Curanmor di Parkiran Medan Fair
Korban Pencurian Toko Ponsel Kini Jadi Tersangka, Polrestabes Medan Buka Suara
Waspada Virus Nipah! Wamenkes: Infeksius dan Mematikan
Mantan Kades Hariara Pohan Dituntut 5 Tahun Penjara, Diduga Korupsi Dana Desa Rp776 Juta
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru