BREAKING NEWS
Sabtu, 07 Maret 2026

Vidi Aldiano Meninggal Dunia, Ini Fakta Kanker Ginjal yang Harus Diketahui

Adam - Sabtu, 07 Maret 2026 18:52 WIB
Vidi Aldiano Meninggal Dunia, Ini Fakta Kanker Ginjal yang Harus Diketahui
Ilustrasi. (foto: Ciputra Medical Centre)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Dunia kesehatan kembali mengingatkan pentingnya deteksi dini terhadap kanker ginjal, penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel abnormal di ginjal.

Penyakit ini menjadi sorotan setelah kabar duka dari dunia musik, penyanyi Vidi Aldiano meninggal dunia setelah berjuang melawan kanker ginjal sejak 2019.

Ginjal, organ berbentuk kacang yang berfungsi menyaring limbah dari darah, dapat terganggu jika sel kanker berkembang di dalamnya.

Baca Juga:

Jenis kanker ginjal yang paling umum pada orang dewasa adalah karsinoma sel ginjal (renal cell carcinoma).

Dalam beberapa tahun terakhir, diagnosis kanker ginjal meningkat seiring kemajuan teknologi pencitraan seperti CT scan dan meningkatnya kesadaran kesehatan masyarakat.

Penyebab Kanker Ginjal

Kanker ginjal muncul ketika sel ginjal tumbuh tidak terkendali membentuk tumor.

Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena kanker ginjal meliputi:
- Merokok, hampir dua kali lipat risiko dibandingkan non-perokok.
- Paparan bahan kimia seperti arsenik, kadmium, dan bahan kimia industri lainnya.
- Genetika, riwayat keluarga dengan kanker ginjal.
- Obesitas dan tekanan darah tinggi.
- Penyakit ginjal kronis.
- Jenis kelamin, pria lebih rentan dibanding wanita.

Gejala Kanker Ginjal

Kanker ginjal seringkali tidak menunjukkan gejala pada awalnya.

Seiring pertumbuhan sel kanker, tanda-tanda yang muncul dapat berupa:
- Darah dalam urine (hematuria)
- Nyeri pinggang atau punggung bawah
- Hilangnya nafsu makan dan berat badan menurun
- Lelah tanpa sebab
- Pembesaran kelenjar getah bening
- Demam yang tidak kunjung hilang

Diagnosis Kanker Ginjal

Deteksi dini sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan.

Dokter biasanya melakukan pemeriksaan:
- Tes urine untuk mendeteksi darah.
- Tes darah untuk menilai fungsi ginjal dan kondisi umum pasien.
- USG ginjal sebagai modalitas awal tanpa radiasi.
- CT Scan untuk melihat detail tumor dan penyebarannya.
- MRI untuk pasien yang alergi kontras atau membutuhkan evaluasi jaringan lunak.
- Biopsi ginjal untuk memastikan jenis sel kanker dan menentukan terapi.

Pilihan Pengobatan

Pengobatan bergantung pada stadium dan kondisi pasien:

- Stadium I (tumor kecil):
Pengawasan aktif (active surveillance) untuk tumor <2 cm
Nefrektomi parsial atau radikal jika diperlukan
Terapi ablasi minimal invasif, radioterapi

- Stadium II–III:
Nefrektomi radikal atau parsial
Trombektomi jika kanker menyebar ke vena besar
Terapi target dan imunoterapi bila operasi tidak memungkinkan

- Stadium IV (kanker metastasis):
Nefrektomi sitoreduktif untuk meningkatkan respons terapi
Terapi sistemik: imunoterapi, terapi target, radioterapi, kemoterapi, embolisasi

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksa ke dokter jika mengalami:
- Nyeri pinggang/punggung yang menetap
- Darah dalam urine
- Massa perut yang membesar
- Penurunan berat badan tanpa sebab

Deteksi dini dan pengobatan tepat waktu menjadi kunci meningkatkan peluang kesembuhan.*


(mk/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Dana Rp3 Miliar Digelontorkan, Pasien Masih Keluhkan Pelayanan Puskesmas Susua
Perkuat Layanan Kesehatan Pascabencana, AIGMI Donasikan Sistem Instalasi Gas Medik ke RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang
387 Kasus Suspek Campak di Sumut, 18 Positif: Dinkes Dorong Peningkatan Imunisasi MR
FKG Universitas Moestopo Lantik 85 Dokter Gigi Baru, Siap Mengabdi untuk Kesehatan Masyarakat
Anggaran Rp3 Miliar Digelontorkan, Tapi Kunjungan Pasien Puskesmas Susua Tak Bertambah: Ada Apa?
Putri Koster Tinjau Persiapan Bimtek Kader Posyandu, Pastikan Pelayanan Optimal di Bali
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru