JAKARTA – Dunia kesehatan kembali mengingatkan pentingnya deteksi dini terhadap kankerginjal, penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel abnormal di ginjal.
Penyakit ini menjadi sorotan setelah kabar duka dari dunia musik, penyanyi Vidi Aldiano meninggal dunia setelah berjuang melawan kankerginjal sejak 2019.
Ginjal, organ berbentuk kacang yang berfungsi menyaring limbah dari darah, dapat terganggu jika sel kanker berkembang di dalamnya.
Jenis kankerginjal yang paling umum pada orang dewasa adalah karsinoma sel ginjal (renal cell carcinoma).
Dalam beberapa tahun terakhir, diagnosis kankerginjal meningkat seiring kemajuan teknologi pencitraan seperti CT scan dan meningkatnya kesadaran kesehatan masyarakat.
Penyebab Kanker Ginjal
Kanker ginjal muncul ketika sel ginjal tumbuh tidak terkendali membentuk tumor.
Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena kankerginjal meliputi: - Merokok, hampir dua kali lipat risiko dibandingkan non-perokok. - Paparan bahan kimia seperti arsenik, kadmium, dan bahan kimia industri lainnya. - Genetika, riwayat keluarga dengan kankerginjal. - Obesitas dan tekanan darah tinggi. - Penyakit ginjal kronis. - Jenis kelamin, pria lebih rentan dibanding wanita.
Gejala Kanker Ginjal
Kanker ginjal seringkali tidak menunjukkan gejala pada awalnya.
Seiring pertumbuhan sel kanker, tanda-tanda yang muncul dapat berupa: - Darah dalam urine (hematuria) - Nyeri pinggang atau punggung bawah - Hilangnya nafsu makan dan berat badan menurun - Lelah tanpa sebab - Pembesaran kelenjar getah bening - Demam yang tidak kunjung hilang
Diagnosis Kanker Ginjal
Deteksi dini sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan.
Dokter biasanya melakukan pemeriksaan: - Tes urine untuk mendeteksi darah. - Tes darah untuk menilai fungsi ginjal dan kondisi umum pasien. - USG ginjal sebagai modalitas awal tanpa radiasi. - CT Scan untuk melihat detail tumor dan penyebarannya. - MRI untuk pasien yang alergi kontras atau membutuhkan evaluasi jaringan lunak. - Biopsi ginjal untuk memastikan jenis sel kanker dan menentukan terapi.
Pilihan Pengobatan
Pengobatan bergantung pada stadium dan kondisi pasien:
- Stadium I (tumor kecil): Pengawasan aktif (active surveillance) untuk tumor <2 cm Nefrektomi parsial atau radikal jika diperlukan Terapi ablasi minimal invasif, radioterapi
- Stadium II–III: Nefrektomi radikal atau parsial Trombektomi jika kanker menyebar ke vena besar Terapi target dan imunoterapi bila operasi tidak memungkinkan
- Stadium IV (kanker metastasis): Nefrektomi sitoreduktif untuk meningkatkan respons terapi Terapi sistemik: imunoterapi, terapi target, radioterapi, kemoterapi, embolisasi
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksa ke dokter jika mengalami: - Nyeri pinggang/punggung yang menetap - Darah dalam urine - Massa perut yang membesar - Penurunan berat badan tanpa sebab
Deteksi dini dan pengobatan tepat waktu menjadi kunci meningkatkan peluang kesembuhan.*