Aksi solidaritas untuk kemerdekaan Palestina bertajuk “Indonesia Bukan Satpam Israel” di Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2026) sore. (foot: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
JAKARTA — Ribuan massa menggelar aksi solidaritas untuk kemerdekaan Palestina bertajuk "Indonesia Bukan Satpam Israel" di Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2026) sore.
Aksi ini diikuti mahasiswa, aktivis, dan koalisi masyarakat sipil.
Massa membawa bendera Palestina dan bendera Iran, serta spanduk besar berlatar bendera Iran dengan sosok mendiang pemimpin tertingginya, Ayatollah Ali Khamenei, berdampingan dengan bendera Palestina.
Massa menilai BoP adalah bentuk penjajahan gaya baru, di mana Indonesia seolah menjadi "satpam" bagi Israel.
Muhammad Syauqi Hafiz, penggerak gerakan solidaritasPalestina dari Boikot, Divestasi, Sanksi (BDS) Indonesia, mengatakan, "Imperialis semakin gila, mereka bisa membunuh, mereka bisa menjajah, mereka bisa membom tanpa ada yang menghukum. Di tengah segala kegilaan ini, bangsa Palestina, rakyat Gaza masih digenosida."
Dalam orasinya di atas panggung, Syauqi menekankan bahwa kemerdekaan bagi rakyat Palestina bukan sekadar retorika, tetapi merupakan urusan hidup dan mati.
"Palestina, Jalur Gaza, sampai hari ini masih dijajah, masih dibom, masih dibunuh. Kemerdekaan bukan omong kosong, itu amanat yang harus diperjuangkan," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa isu keadilan dan kemerdekaan bagi Palestina harus dipandang serius, bukan sekadar wacana politik.
"Keadilan itu bukan omong-omong. Kemerdekaan dan keadilan untuk orang Palestina adalah hidup dan mati," ujar Syauqi.
Aksi ini menunjukkan dukungan masyarakat Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina dan menjadi peringatan agar pemerintah menegakkan prinsip keadilan internasional, khususnya bagi rakyat yang berada dalam konflik berkepanjangan.*