BREAKING NEWS
Sabtu, 06 Juni 2026

Istana Bantah Pemerintah Baru Bergerak Saat Rupiah Melemah, Tegaskan Rapat Ekonomi Sudah Intens

Dharma - Sabtu, 06 Juni 2026 11:34 WIB
Istana Bantah Pemerintah Baru Bergerak Saat Rupiah Melemah, Tegaskan Rapat Ekonomi Sudah Intens
DPR RI usai rapat bersama sejumlah menteri pada Sabtu (6/6/2026) pagi di Gedung DPR RI, Jakarta. (Foto: KOMPAS/Rahel)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membantah anggapan bahwa pemerintah baru bergerak atau baru menggelar rapat koordinasi ketika nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah. Ia menegaskan, komunikasi dan koordinasi antarotoritas ekonomi selama ini berlangsung intens.

"Lho, kita rapatnya intens. Pertemuan antara pelaku-pelaku otoritas ekonomi itu intens," kata Prasetyo di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

Prasetyo menegaskan, intensitas komunikasi tersebut tidak berarti pemerintah baru bertindak ketika kondisi ekonomi bergejolak. Menurutnya, seluruh langkah yang dilakukan merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Baca Juga:

"Bukan berarti kalau komunikasi intens terus belum menghasilkan seperti yang kita harapkan, kemudian kita tidak ada komunikasi. Kan nggak begitu juga," ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa pelemahan nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh berbagai faktor yang kompleks, termasuk tingkat kemandirian ekonomi nasional dan ketergantungan terhadap impor.

"Naiknya nilai tukar rupiah itu tidak hanya dipengaruhi satu faktor, variabelnya banyak," katanya.

Terkait proyeksi rupiah yang disebut dapat menembus level Rp 19.000 per dolar AS, Prasetyo menegaskan bahwa solusi utama yang ditempuh pemerintah adalah memperkuat sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter.

"Yang dibutuhkan sekarang tentu kerja sama, baik otoritas moneter maupun fiskal," tegasnya.

Sebelumnya, DPR RI menggelar pertemuan bersama pemerintah serta otoritas moneter dan fiskal untuk mengevaluasi perkembangan ekonomi nasional. Pertemuan tersebut membahas koordinasi kebijakan guna menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Hasil pertemuan disebut menghasilkan sejumlah kesepakatan, namun detailnya akan disampaikan oleh masing-masing institusi terkait.*

(d/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rupiah Tembus Rp 18.000, Gubernur BI Ungkap 2 Strategi Stabilkan Nilai Tukar
RI Tawarkan Rusia Kerja Sama Maritim, Logistik, hingga Teknologi Kereta di SPIEF 2026
Rupiah Tembus Rp 18.100 di Pasar Global, Cetak Rekor Pelemahan Baru
Rupiah dan IHSG Melemah, Ekonom Ingatkan Risiko Pasar Modal Terancam
Jurnalis, Pilar Keempat Demokrasi yang Harus Menjaga Integritas
Rupiah Melemah, ESDM Genjot Produksi Minyak Dalam Negeri untuk Kurangi Impor
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru