Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap saat menghadiri Peringatan Hari Ginjal Sedunia yang digelar di Instalasi Hemodialisa RSUD Dr. Pirngadi Medan pada Sabtu (4/4). (foto: Pemko Medan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
MEDAN — Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk terus memperbaiki fasilitas dan pelayanan rumah sakit milik pemerintah agar semakin optimal dalam melayani masyarakat, khususnya bagi pasien penyakit ginjal.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat menghadiri Peringatan Hari Ginjal Sedunia yang digelar di Instalasi Hemodialisa RSUD Dr. PirngadiMedan pada Sabtu (4/4).
Zakiyuddin yang memiliki kedekatan emosional dengan layanan cuci darah, mengenang almarhum ibundanya yang pernah menjalani perawatan serupa saat sistem jaminan kesehatan belum sebaik sekarang.
"Kalau melihat ruang cuci darah ini, saya teringat almarhum ibu saya. Dulu, ketika BPJS belum ada, biaya perawatannya sangat besar. Sekarang kita bersyukur, pemerintah hadir melalui BPJS sehingga masyarakat sangat terbantu," ungkapnya.
Zakiyuddin mengungkapkan, saat ini Instalasi Hemodialisa RSUD Dr. PirngadiMedan telah dilengkapi dengan sekitar 40 mesin yang dapat melayani hingga 80 pasien per hari.
Menurutnya, fasilitas tersebut sangat membantu masyarakat, terutama bagi mereka yang berasal dari kalangan menengah ke bawah.
Namun, Zakiyuddin menilai bahwa fasilitas yang ada saat ini masih perlu ditingkatkan.
Oleh karena itu, Pemko Medan telah menyiapkan rencana pengembangan RSUD Dr. Pirngadi secara menyeluruh, termasuk pembangunan gedung baru yang lebih besar dan modern.
"Insyaallah dalam dua tahun ke depan, RSUD Dr. Pirngadi akan dibangun dan akan berbeda. Akan ada gedung tujuh lantai dengan fasilitas parkir dua lantai. Kami ingin rumah sakit ini benar-benar bangkit," katanya optimis.
Selain pembangunan fisik, Zakiyuddin juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan sebagai prioritas utama. Menurutnya, pelayanan yang humanis menjadi kunci utama dalam proses penyembuhan pasien.
"Anggap pasien itu keluarga kita sendiri. Kalau kita sambut dengan baik, itu sudah separuh dari kesembuhan. Tapi kalau datang sudah disambut dengan wajah masam, itu justru menambah sakit," tegasnya.
Zakiyuddin juga menyoroti tingginya kebutuhan layanan kesehatan di Kota Medan.
Menurutnya, permintaan kamar rawat inap masih sangat tinggi, bahkan sering kali Pemko Medan menerima langsung permintaan bantuan dari masyarakat.
Untuk itu, Pemko Medan berencana untuk menambah kapasitas tempat tidur, termasuk untuk pasien BPJS.
Saat ini, RSUD Dr. Pirngadi memiliki sekitar 130 tempat tidur yang diperuntukkan bagi pasien BPJS.
Zakiyuddin memastikan bahwa Pemko Medan terus berupaya untuk meningkatkan fasilitas penunjang, termasuk kehadiran alat medis baru seperti CT Scan dan layanan laboratorium yang lebih lengkap.
Zakiyuddin juga mengajak seluruh tenaga kesehatan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta menjaga kebersihan rumah sakit agar kepercayaan masyarakat semakin meningkat.
"Bangunan boleh bagus, alat boleh canggih, tapi kalau pelayanan tidak baik, itu tidak ada artinya. Jadi kita benahi dulu pelayanannya," ujarnya di hadapan Plt. Direktur Utama RSUD Dr. PirngadiMedan, Mardohar Tambunan.
Zakiyuddin mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini dan memanfaatkan program Universal Health Coverage (UHC) yang memudahkan masyarakat untuk berobat hanya dengan menggunakan KTP.
"Sekarang dengan KTP saja masyarakat sudah bisa berobat. Ini harus kita syukuri. Harapan kami ke depan, layanan kesehatan bisa semakin baik dan menjangkau seluruh masyarakat," pungkasnya.
Pemko Medan berharap, dengan berbagai upaya perbaikan yang dilakukan, kualitas layanan kesehatan di Kota Medan, terutama bagi pasienginjal dan pasien lainnya, dapat semakin meningkat dan lebih merata di seluruh lapisan masyarakat.*
(ad)
Editor
: Adelia Syafitri
RSUD Dr. Pirngadi Akan Punya Gedung Baru 7 Lantai: Pemko Medan Fokus Perbaiki Layanan Kesehatan Termasuk Pasien Ginjal