BREAKING NEWS
Jumat, 29 Mei 2026

Pelayanan Kesehatan Warga Sumut Membaik, Pemprov Catat Peningkatan Umur Harapan Hidup dan Penurunan Angka Kematian Ibu

Abyadi Siregar - Jumat, 29 Mei 2026 21:16 WIB
Pelayanan Kesehatan Warga Sumut Membaik, Pemprov Catat Peningkatan Umur Harapan Hidup dan Penurunan Angka Kematian Ibu
Gubernur Sumut Bobby Nasution, meninjau Posyandu Pembantu serta berdialog dengan masyarakat Desa Pulau Kampai, Kec. Pangkalan Susu, Kab, Langkat, Senin (21/7/2025). (foto: Dok Pemprov Sumut )
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengklaim berhasil meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sepanjang tahun 2025 melalui penguatan program kesehatan terintegrasi yang berorientasi pada pelayanan publik.

Keberhasilan tersebut disebut tidak terlepas dari kebijakan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution melalui visi Kolaborasi Sumut Berkah yang dijalankan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara bersama pemerintah kabupaten dan kota.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara Muhammad Faisal Hasrimy mengatakan mayoritas indikator makro kesehatan berhasil melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah.

Baca Juga:

"Ini merupakan buah dari kerja keras, sinergi, dan pendekatan holistik yang dilakukan bersama antara instansi pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota dalam penguatan sistem layanan kesehatan yang terintegrasi di Sumut," kata Faisal Hasrimy, Jumat, 29 Mei 2026.

Berdasarkan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Tahun 2025 yang telah direviu Inspektorat Provinsi Sumatera Utara, lima dari tujuh indikator kinerja utama bidang kesehatan tercatat melampaui target dengan capaian di atas 100 persen.

Salah satu capaian utama terlihat dari meningkatnya Umur Harapan Hidup (UHH) masyarakat Sumatera Utara yang mencapai 74,19 tahun pada 2025.

Angka tersebut melampaui target perjanjian kinerja sebesar 74,01 tahun atau dengan capaian 100,24 persen.

Faisal mengatakan tren peningkatan UHH di Sumatera Utara terus terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, UHH tercatat sebesar 73,90 tahun dan pada 2023 sebesar 73,67 tahun.

"Peningkatan usia harapan hidup ini menjadi penanda bahwa kualitas hidup dan akses terhadap fasilitas kesehatan di Sumut semakin membaik," ujarnya.

Capaian paling menonjol tercatat pada penurunan Angka Kematian Ibu (AKI).

Pada 2025, AKI di Sumatera Utara berhasil ditekan menjadi 45,38 per 100 ribu kelahiran hidup, jauh lebih rendah dibanding target awal sebesar 65,78 per 100 ribu kelahiran hidup.

Dengan capaian 131,01 persen, angka tersebut juga berada jauh di bawah rata-rata nasional tahun 2025 yang tercatat sebesar 85,17 per 100 ribu kelahiran hidup.

Selain itu, Angka Kematian Bayi (AKB) juga mengalami perbaikan dengan realisasi sebesar 3,20 per 1.000 kelahiran hidup atau lebih baik dari target 3,28 per 1.000 kelahiran hidup.

Menurut Faisal, implementasi sistem pelaporan by name by address melalui aplikasi Maternal Perinatal Death Notification (MPDN) dari Kementerian Kesehatan dinilai efektif membantu fasilitas kesehatan merespons lebih cepat risiko kematian ibu dan bayi.

"Implementasi wajib pelaporan MPDN terbukti efektif membantu fasilitas layanan kesehatan merespons cepat potensi risiko kematian ibu dan bayi," katanya.

Di sektor perlindungan kesehatan masyarakat, cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Sumatera Utara mencapai 100,67 persen dari target 98,6 persen.

Capaian tersebut membuat Sumatera Utara mampu mempertahankan status Universal Health Coverage (UHC).

Dari sisi mutu layanan kesehatan, persentase fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit yang meraih akreditasi paripurna meningkat menjadi 53,96 persen, melampaui target 41,1 persen.

Meski demikian, Dinas Kesehatan Sumatera Utara masih memberi perhatian terhadap angka kesakitan atau morbiditas yang terealisasi 10,43 persen dari target 10,03 persen.

Menurut Faisal, kondisi tersebut dipengaruhi tantangan perubahan lingkungan serta meningkatnya beban penyakit menular dan tidak menular.

Untuk tahun 2026, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara disebut akan terus mengakselerasi program promotif dan preventif melalui penguatan layanan kesehatan primer berbasis digital, pengembangan posyandu aktif, serta intervensi gizi terpadu untuk menurunkan prevalensi stunting.

"Pemprov Sumut berkomitmen memastikan status UHC dan peningkatan indeks kesehatan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat menuju lingkungan yang sehat, berkah, dan sejahtera," ujar Faisal.*


(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Efek Berganda Program MBG, Rico Waas Sebut 255 SPPG di Medan Bisa Gerakkan Ekonomi Warga dan UMKM
Rico Waas Tinjau TPU Marelan, Pemko Medan Janji Benahi Akses Jalan untuk Ambulans
Buka Jambore Cabang Kota Medan 2026, Rico Waas Tekankan Pembentukan Karakter Generasi Muda
Sidang Korupsi CitraLand Medan: Ahli Sebut Perkara Masuk Ranah Administrasi, Bukan Tipikor
WAJIB TAHU! Kepala Desa Bogak Tegaskan Penentuan Desil Bansos Sepenuhnya Wewenang BPS
Tiga Kali Berturut-turut, Pemko Tanjungbalai Raih Opini WTP Murni dari BPK
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru