BREAKING NEWS
Selasa, 01 September 2026

Gerak Cepat Pemprov Sumut, Tiga Daerah Jadi Prioritas Penghapusan Pasung ODGJ

Abyadi Siregar - Kamis, 16 Juli 2026 15:15 WIB
Gerak Cepat Pemprov Sumut, Tiga Daerah Jadi Prioritas Penghapusan Pasung ODGJ
Direktur RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem Sumut, Sri Suriani Purnamawati saat, konferensi pers di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Medan, Kamis (16/7/2026). (Foto: Dinas Komunikasi dan Informatika Prov.Sumut / Munawar Harahap)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara menargetkan Kabupaten Asahan, Kota Tanjungbalai, dan Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) menjadi wilayah bebas pasung bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penanganan pasien sekaligus menghapus praktik pemasungan yang masih ditemukan di masyarakat.

Direktur RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem Sumut, Sri Suriani Purnamawati, mengatakan tim akan mulai turun ke tiga daerah tersebut pada pekan ini untuk mengevakuasi ODGJ yang masih dipasung oleh keluarganya.

"Minggu ini kita coba untuk turun ke daerah mengatasi masyarakat yang mengalami gangguan kejiwaan atau ODGJ yang dipasung pihak keluarganya. Selama ini mereka dipasung supaya tidak mengganggu, tidak meresahkan masyarakat, padahal itu dilarang dan tidak dibenarkan," kata Sri saat konferensi pers di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Medan, Kamis (16/7/2026).

Baca Juga:

Sri menjelaskan, Pemprov Sumut telah menyiapkan layanan transportasi khusus untuk menjemput pasien menuju RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem. Setelah menjalani perawatan, pasien akan mengikuti program rehabilitasi psikososial atau daycare guna membangun kemandirian.

Program tersebut dijalankan bekerja sama dengan RSU Haji Medan serta sejumlah rumah sakit umum daerah di kabupaten dan kota.

"Rehabilitasi psikososial itu penting untuk ODGJ karena bertujuan membentuk kebiasaannya setiap hari melakukan aktivitas. Ini menjadi strategi untuk kemandirian pasien, sehingga pagi diantar ke rumah sakit dan sore dijemput keluarganya," ujarnya.

Menurut Sri, layanan antar-jemput menjadi tantangan tersendiri karena pasien ODGJ tidak memungkinkan menggunakan transportasi umum, sedangkan penggunaan ambulans dikenakan retribusi.

Untuk mengatasi kendala itu, RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) guna menghimpun zakat, infak, dan sedekah untuk mendukung pengadaan kendaraan operasional.

"Kerja sama ini membuat program daycare lebih masif. Masyarakat merasa nyaman jika keluarganya yang ODGJ dijemput dan diantar kembali. Saat ini masih satu mobil, kita terus membuka donasi agar armada transportasi bisa bertambah," katanya.

Selama mengikuti program daycare, pasien mendapat berbagai kegiatan, mulai dari pembinaan kerohanian, pengajian, melukis, hingga pelatihan keterampilan seperti membuat sabun cuci piring, eco enzyme, karbol, budidaya sayuran, maggot, hingga peternakan ayam petelur.

Menurut Sri, seluruh aktivitas tersebut bertujuan membangun kebiasaan positif agar pasien mampu kembali berinteraksi dengan keluarga dan masyarakat.

"Stigma selama ini bahwa orang dengan gangguan jiwa tidak bisa melakukan apa-apa, itu tidak benar. Gangguan jiwa tidak mengubah dan tidak mengurangi kecerdasan. Sifat agresif dan halusinasinya bisa ditekan dengan obat-obatan sehingga mereka tetap bisa beraktivitas kembali," jelasnya.

Selain program bebas pasung, RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem juga akan menjalankan deteksi dini kesehatan mental bagi anak dan remaja di sekolah. Program tersebut bertujuan menemukan lebih awal Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

"Kalau ada anak dan remaja yang mengalami masalah kejiwaan mungkin karena beban tugas di sekolah yang tinggi, bisa datang ke RSJ untuk mendapatkan layanan kesehatan langsung dengan dokter psikiatri khusus anak dan remaja," ujar Sri.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sumut, Hery Valona Bonatua Ambarita, mengatakan sebanyak 186 ODGJ di 33 kabupaten/kota di Sumut telah mendapatkan penanganan.

Menurut Hery, program tersebut merupakan bagian dari Universal Health Coverage (UHC), Program Berobat Gratis (PROBIS), serta Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Gubernur Sumut sehingga masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan jiwa tanpa biaya.

"Masyarakat yang terpasung akan kita bawa ke RS Jiwa. Seperti di Tanjungbalai, dari lima orang yang terpasung kini tinggal dua orang lagi yang keluarganya belum bersedia. Padahal ODGJ harus dibawa ke RS Jiwa untuk mendapatkan pelayanan yang sesuai standar," tutup Hery.* (dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bupati Batu Bara Buka TMMD ke-129 Kodim 0208/Asahan, Fokus Bangun Infrastruktur dan Perkuat Sinergi TNI-Rakyat
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Hadiri Rakor TKD, Bobby Nasution Minta Dana Transfer Percepat Pemulihan Pascabencana
Bupati Asahan Resmi Buka Turnamen Bulutangkis Piala Bupati Asahan Semi Open 2026, Bidik Lahirkan Atlet Berprestasi hingga Nasional
Forkopimda FC Kalahkan Anak Harimau FC 3-0, Bupati Asahan Serahkan Piala Turnamen HUT Bhayangkara ke-80
Ketua TP PKK Asahan Kunjungi PAUD Sentang, Ajak Anak Gemar Membaca dan Tumbuhkan Budaya Literasi
Kawal Anggaran Pusat, Bupati Asahan Pastikan Dana TKD Tambahan 2026 Tepat Sasaran
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru