Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Mereka yang mengonsumsi telur satu hingga tiga kali dalam sebulan tercatat memiliki risiko Alzheimer 17 persen lebih rendah.
Sementara kelompok yang makan telur dua hingga empat kali dalam sepekan memiliki risiko sekitar 20 persen lebih rendah.
Penelitian tersebut memperhitungkan berbagai sumber konsumsi telur.
Asupan yang dianalisis mencakup telur yang dikonsumsi secara langsung, seperti telur goreng, rebus, atau orak-arik, serta telur yang terdapat dalam makanan lain seperti kue dan produk makanan kemasan.
Frekuensi konsumsi yang diteliti mulai dari tidak pernah mengonsumsi telur hingga lima kali atau lebih dalam sepekan.
Peneliti menjelaskan bahwa telur mengandung sejumlah nutrisi yang berperan dalam fungsi otak. Salah satunya adalah kolin.
"Telur mengandung beberapa nutrisi yang penting bagi otak, termasuk kolin, yang digunakan tubuh untuk memproduksi senyawa seperti asetilkolin dan fosfatidilkolin yang esensial untuk memori dan komunikasi antar sel otak," ujar Sabaté.
Selain kolin, telur juga mengandung lutein dan zeaxanthin.
Kedua senyawa tersebut merupakan karotenoid yang dikaitkan dengan fungsi kognitif dan perlindungan terhadap stres oksidatif.
Bagian kuning telur juga mengandung asam lemak omega-3 serta fosfolipid.
Nutrisi tersebut berperan dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk mendukung kerja sistem saraf.
Peneliti juga mencatat karakteristik khusus peserta penelitian.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.